Giring Desa Wisata Menuju Smart Village

Satu lagi desa wisata di Kabupaten Malang dilirik Kementerian Pariwisata. Yakni, ekowisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen. Desa itu menjadi satu dari 30 pilot project desa wisata di Indonesia. Kabar menggembirakan tersebut dibawa Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Permberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata Oneng Setya Harini saat meninjau Desa Sanankerto, Sabtu lalu (14/10).

TUREN – Satu lagi desa wisata di Kabupaten Malang dilirik Kementerian Pariwisata. Yakni, ekowisata Boon Pring Andeman di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen. Desa itu menjadi satu dari 30 pilot project desa wisata di Indonesia. Kabar menggembirakan tersebut dibawa Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Permberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata Oneng Setya Harini saat meninjau Desa Sanankerto, Sabtu lalu (14/10).

Saat itu, tepatnya dalam acara Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) serta Pesona Desa Wisata, Oneng menyatakan, penunjukan desa wisata percontohan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Terutama dari pembinaan dan pendanaan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menjelaskan, bantuan yang dikucurkan dua kementerian itulah yang nantinya dipergunakan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat Desa Sanankerto. Sehingga tercipta desa wisata yang terintegrasi. ”Ekowisata Boon Pring Andeman sudah menjadi unit bagian usaha dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” terangnya. ”Keberhasilannya ditopang dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis),” tambah Made.
Bahkan, menurut dia, Pokdarwis Desa Sanankerto bisa dibilang sudah konsisten. Namun, konsistensi tersebut harus diimbangi dengan mempertahankan kearifan budaya lokal.

Sementara itu, soal arahan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna yang meminta untuk meningkatkan perkembangan ekonomi kreatif, Made menyatakan, hal tersebut akan diupayakan dengan maksimal. Apalagi, ekowisata Boon Pring Andeman memiliki 70 jenis varietas pohon bambu dan masuk kawasan konservasi. Karena itu, harus terjaga dalam pengelolaannya.

Jika nanti ada investor yang mau mengembangkan kawasan wisata tersebut, ada syarat khusus yang harus dijalankan. Yaitu, tidak merusak alam. ”Konsepnya harus sejalan dengan wisata rekreasi berbasis alam,” tegas dia.

Sementara dari sisi kesiapan masyarakat desa, Made menyampaikan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi kepada warga desa yang komitmen membangun desa wisata. ”Kami sudah menjelaskan bagaimana desa menjual wisatanya menggunakan teknologi informasi,” ucap Made. Karena lewat aplikasi wisata, pengunjung bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu. Selain itu, desa wisata harus terus meng-update informasi terbaru agar pengunjung bisa memprediksi biaya dan kegiatan apa saya yang bisa dilakukan di lokasi wisata.

Dari sisi pengenalan, Made mengungkapkan, giat Pesona Desa Wisata di Desa Sanankerto ini tidak hanya diikuti  peserta dari Malang Raya saja. Namun, juga datang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DI (daerah istimewa) Jogjakarta, hingga Jakarta. Hal tersebut membuktikan bahwa gaung desa wisata saat ini sudah menjadi viral di Indonesia. Karena itu, pihaknya akan terus membawa desa wisata menuju keterbukaan. Visi ke depannya, menciptakan smart village sehingga semua bisa dipantau lewat akses internet. Dengan begitu, jumlah kunjungan, pendapatan desa wisata, hingga tata kelola informasi, bisa diakses secara transparan.

Tantangannya, tinggal bagaimana mengeksplor desa wisata tersebut mulai dari pinggiran. ”Bahwa kita membangun dan mengemas Indonesia mulai dari pinggiran. Jadi, mengembangkan desa wisata pun juga dari pinggiran,” ujar Made. Kawasan pinggiran (desa), menurutnya, banyak memiliki potensi alam yang masih murni dan terjaga. Dan Kabupaten Malang patut bersyukur karena memiliki alam yang luar biasa. ”Hanya tinggal dikemas semenarik mungkin,” imbuhnya.

Terlebih, Kementerian Pariwisata siap memberikan bimbingan. Termasuk mengajari bagaimana cara tata kelola hingga memberikan bantuan usaha. Seperti bantuan sepeda dayung untuk ekowisata Boon Pring Andeman. Kementerian akan memberikan bantuan yang sepantasnya bagi kebutuhan desa wisata.

Peringatan HCPSN dan Pesona Desa Wisata ini juga diramaikan dengan kemah 1.000 siswa sekolah menengah atas (SMA). Para siswa tersebut mendirikan tenda-tenda di area Desa Wisata Sanankerto. Sementara hari ini, Senin (16/10), ada gelaran 1.001 tumpeng di Balai Desa Sanankerto, juga ada pameran produk kreatif dari DeWi Kabupaten Malang.

Pewarta : map
Penyunting : Neny Fitrin
Copy Editor : Indah Setyowati
Fotografer : Falahi Mubarok