Giliran 19 Legislator Diperiksa KPK

MALANG KOTA – KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terus memeriksa anggota DPRD Kota Malang secara maraton. Usai memeriksa 26 legislator selama dua hari, yakni 5–6 Februari, lembaga antirasuah itu memeriksa lagi 19 legislator di Mapolres Batu.

Di antaranya, Suprapto, Bambang Soemarto, Syamsul Fajri, M. Zainudin, Wiwik Hendri Astuti, Sulik Lestyo, Handi Priyanto, Mulyono, Choirul Amri, Harun Prasojo, Tri Yudiani, Saiful Rusdi, Een Ambarsari, dan Subur Triono.

Pemeriksaan itu berlangsung tertutup. Usai menjalani pemeriksaan, anggota DPRD asal PPP, Syamsul Fajri, menyatakan, pemeriksaan ini lanjutan dari sebelumnya. Tidak ada perubahan BAP (berita acara pemeriksaan). ”Saya hanya ditanya mengenai peran eksekutif,” kata Fajri usai diperiksa.

Pertanyaan yang diajukan KPK, Fajri menyatakan, masih tetap seperti pemeriksaan sebelumnya. Seperti diberitakan, para anggota DPRD tersebut diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap APBD-P 2015 yang menjerat M. Arief Wicaksono, eks ketua DPRD Kota Malang. Pak Ketua–panggilan M. Arief Wicaksono di kalangan dewan itu– disangka menerima suap Rp 700 juta dari Jarot Edi Sulistyono, mantan kepala DPUPPB (Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan) Kota Malang.

Pemeriksaan terhadap para legislator tidak hanya sekali. Usai mencokok Arief Wicaksono pada November 2017 lalu, KPK sudah memanggil beberapa anggota dewan ke Jakarta. Awal Januari lalu, KPK juga memeriksa dua anggota dewan di Madiun.

Lantas, materi apa yang ditanyakan KPK, Fajri menjawab terkait mekanisme pengalokasian anggaran di APBD-P 2015. ”Tidak ditanyakan pokir (pokok pikiran) segala dan itu jelas juga tidak ada,” katanya.

Fajri menambahkan, dia tidak ditanya terkait peran Jarot. ”Saya tidak kenal dengan Pak Jarot (Jarot Edi Sulistyono). Kalau sekadar tahun sih iya, tapi tidak kenal. Alhamdulillah, saya belum pernah komunikasi (dengan Jarot),” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Malang H.M. Zainuddin menambahkan, tidak ada yang baru dalam pemeriksaan. Di antaranya, terkait mekanisme penganggaran APBD-P 2015 Kota Malang. ”Saya tadi (kemarin) hanya dibukakan BAP, apakah ini sudah benar, saya jawab benar,” kata Zainuddin.

Dia menegaskan tidak pernah ikut dalam pertemuan yang diduga membahas suap tersebut. ”Masalahnya saya tidak ikut (jika ada pertemuan),” kata dia. ”Jadi, prinsipnya kami hanya diminta untuk membaca ulang dari BAP,” kata politikus PKB itu.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Mahmudan
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka