Geser The Lion King, Elsa dan Anna Raup Rp 5,6 Triliun

RADARMALANGID – Demam ‘Frozen 2’ tak kunjung surut. Di berbagai dunia, petualangan putri Elsa dan Anna terus memecahakan rekor-rekor baru. Dikabarkan, pada 25 November kemarin misalnya, ‘Frozen 2’ berhasil meraup pendapatan kotor senilai US$ 143 juta di Amerika Serikat dan Kanada.

Di negara-negara lain, film karya Chris Buck dan Jennifer Lee ini membawa pulang US$ 228,2 juta. Dengan total pendapatan US$ 358,5 juta atau setara Rp 5 triliun pada akhir pekan pertama penayangannya, ‘Frozen 2’ pun mencetak rekor baru.

‘Frozen 2’ menjadi film animasi dengan pendapatan akhir pekan pertama tertinggi sepanjang sejarah. Ia menggulingkan ‘The Lion King’, sang pemegang rekor sebelumnya dengan meraup sebanyak US$ 245,9 juta.

Sehari kemudian, sepak terjang ‘Frozen 2’ masih tak terbendung. Film yang dibintangi oleh Idina Menzel dan Kristen Bell sebagai pengisi suara ini pun meraup total pendapatan setara Rp 5,2 triliun, seperti dikutip dari Forbes (1/12).

Dalam data yang dipublikasikan oleh Forbes itu, disebutkan bahwa ‘Frozen 2’ pada Senin lalu susut 66,4 persen, dengan menguasai lebih dari 4.400 layar di AS, ‘Frozen’ masih punya peluang besar untuk ‘menggondol’ jutaan dolar.

Forbes menyebut, pada Selasa malam, ‘Frozen 2’ telah tembus US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun. Lagi-lagi, ini merupakan pencapaian dan sejarah baru.

Menanggapi peraihan tersebut, para petinggi Disney ogah jumawa. Presiden Disney Bidang Pendistribusian Film Bioskop, Cathleen Taff, mengingatkan ‘Frozen’ jilid pertama menjadi film dengan pendapatan kotor terbesar sepanjang sejarah.

Seperti diketahui, ‘Frozen’ (2013) mendapat US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 17,78 triliun. Pencapaian ini kemudian disempurnakan dengan 2 piala Oscar untuk Film Animasi Terbaik dan Lagu Tema Terbaik.

“Kami bersemangat. Tidak mudah membendung kesuksesan ‘Frozen’ yang orisinal. Kami optimis melanjutkan kesuksesan film pertama. Sejauh ini ‘Frozen 2’ menampilkan pencapaian yang menggembirakan,” ungkap Cathleen seperti dikutip The Guardian.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia