Gerindra Sarankan Lembaga Survei Libatkan Seluruh Partai Politik

Pilkada

JawaPos.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono ikut angkat bicara soal prediksi lembaga-lembaga survei yang telah meleset di Pilkada Serentak 2018. Khususnya, di pemilihan gubernur Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Diketahui, perolehan suara yang diraih oleh pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) di Jawa Barat dan Sudirman Said-Ida Fauziyah di Jawa Tengah telah mematahkan prediksi hampir seluruh lembaga survei. Bahkan, perbedaan antara suaranya telah mencapai 20 sampai 25 persen suara dibandingkan hasil quick count.

Menurut Ferry, prediksi lembaga survei dengan hasil rill sangatlah jauh. Sehingga ia pun tak percaya kalau kesalahan prediksi ini hanya persoalan kesalahan metodologi penelitian.

“Kalau selisih cuma lima persen masih masuk akal, ini makin eror di luar kerangka cara berpikir metodologis. Ini bukan kesalahan metodologi. Kalau (kesalahan) metodologi dia berlaku sama (di sejumlah daerah),” kata Ferry di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).



Tak hanya itu, Ferry pun mengendus adanya upaya penggiringan yang dilakukan oleh lembaga survei untuk memenangkan pasangan calon tertentu. Karena itu, ia meminta lembaga survei untuk melibatkan parpol bersama-sama dalam melakukan survei.

“Kalau enggak melibatkan partai-partai atau tak terbuka mengungkapkan siapa penyandang dana, nanti curiga. Apalagi kalau terdapat kesalahan yang sangat fatal,” ujarnya.

Lebuh lanjut, Ferry menambahkan, ia pun lebih memercayai hasil survei internalnya ketimbang yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei. Keabsahan survei pihaknya pun telah teruji kala pilkada DKI Jakarta 2017 silam. Kala itu, mereka memprediksi jagoannya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dapat menjadi orang nomor satu orang Betawi itu.

“Gerindra, PKS, PAN punya pengalaman pilkada Jakarta 2017 kita lebih benar, pilkada Jawa Barat, survei kami lebih benar. Survei internal kami kita buktikan di Jawa Barat, Jakarta, dan Jawa Tengah,” tutupnya.

(aim/JPC)