Gerindra Dituduh Pro Terorisme, Adik Kandung Prabowo Naik Pitam

Hashim Djojohadikusumo

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo pun mengaku berang. “Saya kira itu adalah fitnah, kebohongan yang kami curigai dari lawan politik kami,” tegas Hashim saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (18/5).

Menurut Hashim, saat ini partainya diserang oleh lawan politik yang sengaja ingin menjatuhkan citra Partai Gerindra. Oleh sebab itu dia menegaskan, ini adalah cara politik kotor dalam menjatuhkan lawan. “Ini adalah fitnah murahan dari lawan politik kami,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Hashim sudah melaporkan pihak-pihak ke Bareskrim yang telah sengaja menuduh Gerindra sebagai partai yang mendukung terorisme.

“Kami sudah laporkan orang yang secara elektronik berbohong menfitnah partai? kami,” tuturnya.

Hashim juga tidak tahu mengapa partainya dituduh pro terhadap terorisme. Padahal selama ini Partai Gerindra mendukung terhadap Revisi UU tentang Tindak Pidana Terorisme.

“Yang terjadi sekarang ini penundaan bukan dari DPR, Pansus juga 99 peren sudah sepakat,” ungkapnya.

?Adapun 12 akun media sosial itu, 11 diantaranya Facebook, yakni Sudirman Kadir, Yusuf Muhammad, Derek Manangka, Lambe Nyinyir, Katakita, Terashosang, Nyoman Suanda Santra, Amrit Punjabi, Herlina Butar-butar, Hilmi Rajalul, Gohud. Kemudian, satu akun lainnya dari Twitter, yakni @vaio (#jakartaberduka).


(gwn/JPC)