Gereja Bantu Pemulihan Psikis Jemaat Korban Bom yang Selamat

Gereja Bantu Pemulihan Psikis Jemaat Korban Bom yang Selamat

RADAR MALANG ONLINE – Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro dan Gereja Santa Maria Tak Bercela mengupayakan bantuan bagi para jemaatnya. Terutama, mereka yang terhindar dari dampak ledakan saat di lokasi kejadian.

Pastur Rekan Paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela Aloysius Widyawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan jemaat sejak kemarin (14/5). Pendataan tersebut memuat nama dan alamat para jemaat yang menjadi korban luka dan traumatik.

“Prioritas kami korban dan keluarganya. Tidak hanya korban luka. Tapi, juga korban trauma,” kata Aloysius ditemui RADAR MALANG ONLINE, Selasa (15/5).

Setelah mendata, lanjutnya, pihak gereja akan mendatangi jemaat. Supaya, pihak gereja dapat melakukan pendampingan dan traumatic healing. “Jangan sampai, jemaat anak, takut ke gereja. Orang tuanya juga jangan sampai overprotective,” kata Aloysius.

Kemudian, Aloysius mengatakan, pihaknya juga mengupayakan langkah lain. Langkah tersebut dilakukan untuk menunjukkan optimisme di antara jemaat dan masyarakat luas. “Misalnya seruan “kami tidak takut” dan “kami masih punya harapan”,” katanya.



Ketua Majelis Jemaat GKI Diponegoro Daniel T Hage mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan upaya pemulihan psikis pasca aksi bom bunuh diri. Yakni, pihak gereja akan membuka sesi traumatic healing.

Hanya, Daniel belum dapat mengkonfirmasi bagaimana teknis pelaksanaanya. Saat ini, pihaknya masih mengandalkan bantuan dari pemerintah kota Surabaya. Salah satunya, bantuan donor darah dari Dinas Kesehatan Surabaya.

“Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjanjikan bantuan medis yang terbaik bagi jemaat kami. Mengingat, korban trauma dikalangan jemaat juga terdiri dari anak-anak dan remaja,” kata Daniel.

(HDR/JPC)