Gerebek Oknum Guru SD – Radar Bromo – Sinergi Jawa Pos

KANIGARAN – Tercatat, sudah dua bulan ini SW, 61, seorang guru SD di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo tak pulang ke rumahnya di Muneng, Kecamatan Sumberasih. Ia ternyata lebih memilih tinggal satu indekos dengan janda.

Janda itu diketahui berinisial GDY, 25, warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Keduanya tinggal di sebuah indekos di jalan Letjend Sutoyo, Gang Aries, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Lantaran berstatus bukan pasangan suami-istri, keduanya pun digerebek warga pada Selasa malam (8/11) sekitar pukul 22.30. Keduanya lantas dibawa ke Mako Satpol PP di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan dengan mengendarai mobil sendiri.

Sempat terjadi insiden kecil di kantor Satpol PP. SW saling rebut kamera dengan Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP, Gatot Supriadi.



SW melarang Gatot memotret dirinya, karena menduga Gatot wartawan. SW pun berusaha merebut kamera Gatot. Sementara Gatot, mempertahankan kameranya. Aksi itu reda setelah SW diberitahu bahwa Gatot bukan wartawan.

Gatot menjelaskan, malam itu juga, keduanya diperbolehkan pulang, setelah menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. “Mereka juga diminta untuk tidak satu indekos atau salah satu dari mereka diminta tinggal di indekos lain,” tuturnya.

Penggerebekan pada keduanya menurut Gatot, dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga. Menurutnya, ada warga melapor, bahwa pasangan beda usia 36 tahun itu, indekos di satu kamar selama dua bulan terakhir. Warga yang resah, akhirnya melapor pada Satpol PP.

Sementara itu, SW saat dikonfirmasi mengatakan, GDY adalah calon istrinya. GDY berstatus janda dua anak. Namun, anaknya ikut mantan suaminya.

SW sendiri mengaku, sedang dalam proses perceraian dengan istrinya. “Saya sedang dalam proses cerai dengan istri saya. Setelah kami resmi cerai, saya akan kawin sah dengan calon istri saya ini (GDY),” tuturnya sebelum meninggalkan kantor Satpol PP.

Perceraian dengan istri pertamanya itu menurutnya, dilakukan, karena sudah tidak ada kecocokan lagi. Selama proses perceraian itu, dia banyak dibantu GDY.

“Calon istri saya ini yang banyak menolong saya. Memberikan rasa sayang pada saya. Karena kebaikannya itu, saya memilih untuk menikahi dia secara sah,” tuturnya.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP, Gatot Supriadi meminta agar SW menyelesaikan perceraiannya dulu. “Sebelum kawin sah, kami minta jangan tinggal satu kamar di satu indekos. Kami minta salah satu pindah atau tinggal di rumah masing-masing,” tuturnya.