Gerakan Penguatan Pendidikan SD Dimulai

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang menginisiasi Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di tingkat SD. Gerakan ini melibatkan 300 kepala sekolah negeri dan swasta.

Seperti diketahui, Gerakan PPK merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Lembaga Pendidikan Formal. Gerakan PPK berlangsung mulai hari ini.

Selama lima hari, pada 24, 27, 28, dan 29 Mei akan ada visitasi dari dinas ke seluruh SD di Kota Malang. ”Kemarin saat sosialisasi, seluruh kepala sekolah telah mengisi format evaluasi diri. Nah, sekarang tim kami akan datang untuk mencocokkan hasil evaluasi dengan kondisi penerapan PPK di sekolah,” terang Ketua Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) Prof Muhammad Amin.

Dari format evaluasi yang telah diisi oleh kepala sekolah itu akan dihitung nilainya. Lalu diklasifikasikan berdasarkan lima cluster. Yaitu, cluster A hingga E.

Cluster A menunjukkan bahwa sekolah sudah menerapkan PPK. Sementara cluster E yang paling rendah menunjukkan bahwa sekolah belum menerapkan PPK.



Setelah diklasifikasikan berdasarkan cluster, kemudian setiap sekolah akan mendapatkan pendampingan. Nah, dari sinilah tim pengawas sekolah akan melihat perkembangan gerakan PPK di masing-masing sekolah. Nantinya, ada reward bagi sekolah yang penerapan PPK-nya meningkat.

”Bisa jadi sekolah yang berada di cluster C perkembangannya pesat mendahului sekolah di cluster A. Jadi, yang dinilai bukan bagus atau tidaknya gerakan PPK, tapi proses peningkatannya,”papar Amin.

Sementara untuk teknis visitasi, seluruh pengawas sekolah telah dibagi menjadi 9 tim. Setiap tim akan mengunjungi lima sekolah. Atau dalam sehari, maksimal 45 sekolah bakal mendapatkan kunjungan dari tim pengawas. ”Tim pengawas sekolah pun kami acak, jangan memetakan atau menilai sekolahnya sendiri,” terang Amin.

”Jika dipersentase sekitar 85 persen SD yang sedang dan sudah melaksanakan PPK. Sisanya masih belum sama sekali. Jadi, nanti kami datang ke sekolah bukan untuk menilai, tapi memetakan. Selanjutnya mana yang perlu dibenahi dan dibimbing akan dilakukan pendampingan,” ujar Amin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah berharap sekolah kompak menerapkan PPK. Bentuk PPK itu di antaranya budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) di sekolah.

”Saya nanti akan keliling ke sekolah-sekolah (sidak), kalau masih ada sekolah yang kotor misalnya saya panggil warganya supaya langsung dibersihkan. Pun dengan budaya PPK lainnya, nanti saya akan cek langsung ke sekolah,” pungkas Ida–sapaan akrab Zubaidah.

Pewarta : Binti Faktur
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Indra Mufarendra
Fotografer : Rofia Ismania