Genjot Wisata dengan Kapal Pesiar, Pelabuhan Cruise Beroperasi 2021

JawaPos.com – Optimalisasi wisata laut via kapal pesiar (cruise) berpotensi menyumbang lima juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, khususnya dari wilayah Asia dan Australia. Namun, kenyataannya wisatawan asing yang masuk via cruise saat ini baru sekitar 200 ribu orang.

“Angka itu sangat kecil. Padahal, potensi kita sangat besar. Indonesia bisa menjual destinasi, tidak seperti negara lain yang hanya menjual fasilitas kapalnya,” ujar Asisten Deputi Jasa Kemenko Maritim Okto Irianto di sela ship tour Explorer Dream yang transit di Terminal Penumpang, Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (15/10).

Pengembangan wisata laut via cruise memiliki dua tujuan utama. Yakni, mendatangkan wisatawan asing ke Indonesia dan memfasilitasi wisatawan Indonesia yang ingin berlayar.

LANJUT KE BALI: Kapal pesiar Explorer Dream saat transit di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/10). (RATIH PARAMITHA/JAWA POS)

Dream Cruises merayakan kedatangan perdana Explorer Dream di Tanjung Priok, Jakarta, sebagai bagian dari relokasi khusus menuju ke Australia dan Selandia Baru. Kapal itu dijadwalkan berlayar selama 21 hari, berangkat dari Shanghai pada 6 Oktober. Dari Tanjung Priok, Explorer Dream transit di Benoa, Bali, pada 17 Oktober 2019.

“Pemerintah sangat antusias dengan bisnis cruise karena ini sesuai pesan presiden untuk meningkatkan pariwisata maritim di Indonesia,” ungkap Assistance Vice President Sales Dream Cruises Indonesia Ika Safitri Nafisah.

Dia yakin bisa membantu mendongkrak wisatawan Indonesia karena kapal Explorer Dream bisa mengangkut 1.800 tamu bersama 1.500 kru. “Market Indonesia besar sekali. Selama ini kami akomodasi tamu untuk terbang ke Singapura dan Hongkong. Terkait home-port di Indonesia, sedang kami diskusikan, targetnya pada 2021 Indonesia sudah memiliki home-port cruise sendiri,” kata Ika.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (tih/wir/c15/oki)