Genjot PAD, Bersiap Naikkan NJOP

KEPANJEN – Berbagai potensi terus digali Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dengan menggenjot potensi nilai jual objek pajak (NJOP) di kawasan pinggiran, yang berbatasan dengan Kota Malang. Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi mengaku bila serapan pajak secara keseluruhan di tahun 2018 sebenarnya telah memenuhi target.

Totalnya senilai Rp 281 miliar atau sekitar 118,2 persen dari target. ”Tapi dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) pedesaan dan perkotaan baru mencapai 98,89 persen dari target yang ditetapkan,  nilai yang didapatkan Rp 63,8 miliar,” kata Purnadi. Dasar itulah yang kemudian membuat Bapenda menelurkan sejumlah terobosan.

Dinaikkannya NJOP di kawasan-kawasan strategis, seperti di Kecamatan Singosari, Karangploso, Dau, Pakis, Pakisaji, dan Kepanjen dinilai bisa jadi langkah yang efektif.

”Caranya dengan menetapkan NJOP sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sehingga lebih dekat dengan perkiraan harga pasar yang wajar,” sambung mantan kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang itu. Dia mengakui bila NJOP di beberapa wilayah strategis itu relatif masih murah. ”Tidak harus sama, paling tidak akan kami sesuaikan pada angka yang paling mendekati.

Dengan demikian, harga tanah di situ akan semakin baik, dampaknya pendapatan dari sektor pajak pun juga akan baik,” bebernya.

Senada dengan Purnadi, Wakil Bupati Malang HM Sanusi pun sepakat bila NJOP di kawasan strategis harus mulai dinaikkan. ”Tentunya harus dibarengi dengan kesadaran dan ketaatan wajib pajak,” kata dia. Dengan dasar itu, dia berharap ada dukungan dari berbagai pihak. Khususnya dari warga di kawasan strategis tersebut.

Pewarta               : Farik Fajarwati
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya