Genjot Mapel di Injury Time UNBK

Seminggu Jelang Ujian, Laptop Wajib Dikarantina

MALANG KOTA – Kurang lebih delapan hari lagi siswa-siswi kelas XII SMA/SMK akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Aneka macam persiapan seperti komputer, pasokan listrik, dan wifi sudah dipersiapkan. Tak hanya itu, aneka macam persiapan itu sudah diklaim siap untuk menyambut ujian yang dilaksanakan 2 April mendatang.

Seperti persiapan yang dilakukan SMKN 8 Kota Malang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Mamik Rahayu SPT menyatakan, pada UNBK tahun ini pihaknya menyiapkan tiga kelas untuk 438 siswa.

”Kalau memakai lab-nya tidak muat untuk semua siswa, dan tidak bisa dilaksanakan setiap sesi seperti USBN. Maka kami sudah bagi tiga kelas,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin (24/3).

Terkait masalah teknis, menurut Mamik, tidak ada masalah berarti. Sedangkan, ada beberapa tahapan yang perlu dilaksanakan selama seminggu ke depan terkait masalah nonteknis.

”Di sekolah kami melaksanakan program belajar intensif setiap Sabtu. Kami melaksanakan proses ini ketika anak-anak semester enam,” urai perempuan asal Singosari, Kabupaten Malang, ini.

Selain pembelajaran intensif, pemantapan kurikulum terus dilaksanakan untuk mengantisipasi para siswa yang kesusahan belajar. Dengan demikian, bisa dibilang siswa tetap harus belajar meski memasuki injury time.

”Terus kami mantapkan itu. Kami kawal terus siswa satu per satu. Kami cek apakah sudah mantap belajarnya,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, pada pekan sunyi yang dilaksanakan minggu depan, para siswa kelas XII tetap masuk untuk mengikuti simulasi komputer. Sebelum menggunakan komputer, menurut Mamik, hal tersebut untuk mengurangi ketegangan dan melihat apakah di antara para siswa SMKN 8 masih ada kendala penggunaan komputer.

Sementara itu, di SMA Brawijaya Smart School (SMA BSS), kepala sekolah tersebut, Nandung Intirtama Dip Ed MPd, menyatakan bahwa persiapannya sudah mencapai 75 persen.

”Kami kalau persiapan teknis sudah oke. Kalau persiapan lain untuk UNBK sudah 75 persen, karena kami harus nunggu instruksi dan koordinasi dengan sub rayon. Jika sudah, bisa dilaksanakan sisanya, 25 persen itu,” ucapnya.

Dia melanjutkan, 25 persen persiapan yang kurang itu seperti pembagian pengawasan antarsekolah. ”Karena kami di bawah sub rayon SMAN 8, maka kami koordinasi dengan mereka untuk pengawasannya,” imbuh bapak dua orang anak ini.

Sarana prasana, kata Nandung, akan dicek lago pada H-3 pelaksanaan UNBK. ”Karena laptop yang dipakai wajib dikarantina satu minggu sebelum ujian, maka kami tata H-3, didampingi tim IT,” tambahnya.

Karantina laptop ini dilakukan agar laptopnya benar-benar siap. ”Ketika simulasi USBN sendiri sempat menyalakan semua komputer, air conditioner (AC), dan semua aliran listrik kami nyalakan untuk melihat apakah daya kami nutut apa enggak. Ternyata sudah 100 persen kuat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Taruna Nala Tri Suharno menjelaskan, UNBK di sekolahnya akan dilaksanakan sebanyak tiga sesi.

”Kalau bicara kendala teknis, kan ini masih tahap USBN, dan kami tidak ada kendala teknis. Kalau untuk UNBK, kami sedia listrik per komputer 300 watt, dikali 40 komputer. Artinya, sudah 12.000 watt. Daya kami di atas itu. Jadi, tidak ada masalah besar buat kami,” ujar pria yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) ini.

Pewarta: NR2
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Jawa Pos