Genjot Konsumsi Ikan, Target Panen Ditambah

Didengungkan sejak 2004 silam, program pemerintah pusat bertajuk Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tampaknya belum berhasil diterapkan di Kabupaten Malang. Dari rekapitulasi Dinas Perikanan Kabupaten Malang pada 2017, angka konsumsi ikan masih berada di angka 26 kilogram per orang setiap tahun. Meski meningkat dibandingkan 2016 lalu, saat itu angkanya 24 kilogram per orang setiap tahun, tapi catatan itu terbilang rendah.

KEPANJEN – Didengungkan sejak 2004 silam, program pemerintah pusat bertajuk Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tampaknya belum berhasil diterapkan di Kabupaten Malang. Dari rekapitulasi Dinas Perikanan Kabupaten Malang pada 2017, angka konsumsi ikan masih berada di angka 26 kilogram per orang setiap tahun. Meski meningkat dibandingkan 2016 lalu, saat itu angkanya 24 kilogram per orang setiap tahun, tapi catatan itu terbilang rendah.

Karena masih berada di bawah rata-rata konsumsi ikan di tingkat Jawa Timur yang angkanya sudah menembus 30 kilogram per orang setiap tahun. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Endang Retnowati mengaku siap menerapkan beberapa gebrakan untuk meningkatkan angka konsumsi ikan. ”Yang paling utama saat ini adalah meningkatkan ketersediaan ikan di tengah masyarakat,” ujar Atik–sapaan akrabnya.

Salah satu tempat yang menjadi andalan untuk menyiapkan ketersediaan itu, yakni Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru.  ”Bukan hanya ikan laut, termasuk dari ikan air tawar juga bisa dioptimalkan,” tambah Atik. Fokus itu turut menambah jumlah target yang disematkan. Untuk ikan laut tangkapan, pemkab menarget di angka 16 ribu ton. Naik 3 ribu ton dibandingkan tahun lalu.

Sementara untuk ikan air tawar ditarget 17 ribu ton. Naik 3,4 ton dibandingkan tahun lalu. Untuk merealisasikan target tersebut, dia mengaku ada banyak kendala yang bakal ditemui. ”Pertama karena banyaknya alih fungsi lahan, termasuk di antaranya terkait pembatasan penggunaan jaring apung oleh Perum Jasa Tirta,” terang mantan kepala dinas peternakan dan kesehatan hewan (disnakeswan) tersebut.

Kondisi tersebut diperkeruh dengan harga pakan ikan yang terus naik. ”Beruntung tahun ini akan ada bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui kami berupa mesin pakan ikan. Semoga para pembudidaya ikan bisa mengoptimalkan produksi ikan tawar,” tukasnya.



Pewarta:Farikh Fajarwati
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor:Dwi Lindawati
Foto: Darmono