Geng Motor yang Membunuh di Kwanji Berusia 13-17 Tahun

Geng Motor yang Membunuh di Kwanji Berusia 13-17 Tahun

Ketujuh orang tersebut adalah AN, 15, tinggal di Jalan Pidada 13; Ar, 15 (Jalan Ken Umang, Benoh); MR, 16 (kios terminal Ubung); FAP, 17 (Jalan Pidada 13), Yd, 13 (Jalan Ken Umang, Benoh); DR, 17 (Jalan Pidada 9 Ubung); dan SGIR, 15, alias Codet yang tinggal di Banjar Tandek, Kuta Utara. Sementara seorang rekannya berstatus saksi adalah IKKF, 15.

“Tersangka ini tidak segan – segan melukai apabila korbannya yang tidak mau menyerahkan barang. Dan otaknya DR,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo didampingi Kapolsek Denpasar Barat Kompol Gede Sumena dan Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra RA pada Sabtu (13/1) pagi di Mapolsek Denpasar Barat.

Beberapa barang bukti yang disita di antaranya sebuah pisau samurai 50 sentimeter dan sarung besi milik AN yang didapatkan dari temannya, sebuah pisau lipat, 7 buah handphone, jam tangan, 3 set dek motor, 5 unit sepeda motor merek Honda.

“Salah satu handphonenya merupakan barang bukti di Kwanji (kasus perampokan yang menewaskan Darius Taba Kababa, Red). Handphone BlackBerry hitam. Sedangkan sepeda hasil curanmornya dipakai ke TKP,” terangnya.

Ulah pelaku yang bikin geregetan adalah pembegalan yang dilakukannya Rabu (10/1) dini hari sekitar pukul 04.00 wita di depan Sekolah Dasar Immanuel Dalung, Jalan Raya Dalung, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara hingga berujung pengeroyokan yang mengakibatkan korban Darius Taba Kababa, 32 meninggal dunia.



Saat itu korban Darius bersama rekannya melalui TKP dan dihadamg dua orang bersepeda motor hingga akhirnya dikeroyok. Korban yang membonceng temannya saat itu tak berkutik. Sementara temannya bisa menyelamatkan diri.

“Dengan jalan dilukai atau justru dibunuh karena korban ini tidak mau menyerahkan barangnya. Jadi ditusuk oleh dua orang AR dan SGIR alias Codet. Korban dipepet dulu,” terangnya.

Sementara, pelaku dilaporkan korbannya Abdul Rohman di Mapolsek Denpasar Barat usai kejadian. Keterangan korban saat itu Selasa (9/1) sekitar pukul 01.00 wita, korban sedang menunggu rekannya di pinggir Jalan Gatot Subroto depan Masjid Al-Furqon. Tiba – tiba dari arah timur datang 8 orang anak muda yang mengendarai motor menghampiri korban. Mereka memaksa meminta uang dan handphone korban dengan mengancam mengunakan senjata tajam. Korban yang saat itu ketakutan akhirnya memberikan handphonenya IPhone 6 silver dan Xiaomi 4 A. Pelaku juga mangambil uang Rp2,5 juta dan selembar ATM Bank BCA dan SIM C.

“Modusnya mengambil dengan paksa dan mengancam dengan sajam. Kasus pembegalan dilakukan oleh 7 orang. Yang bersangkutan saat itu melakukan curas dengan sasaran uang, handphone dan juga dompet,” terangnya.

(bx/afi/yes/JPR)