Generasi Milenial Jadi Penentu Pilwali kota Malang, Kok Bisa? Simak Disini

MALANG KOTA – Siapa pun yang akan bertarung di Pilwali Kota Malang 2018 tampaknya harus menggaet pemilih dari golongan milenial. Selain suara mereka hampir pasti mengambang karena mereka baru pertama kali mempunyai hak memilih di pilwali, suara dari golongan ini pun cukup berjibun.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, jumlah pemilih pemula diperkirakan mencapai 20 ribu orang.

Rinciannya, pada 2015, jumlah warga yang baru berumur 17 tahun mencapai 3.193 orang, tahun 2016 mencapai 6.329 orang, dan tahun 2017 hingga bulan ini mencapai 5.159 orang. Diperkirakan pada 2018 sebelum pilwali, ada tambahan sekitar tujuh ribu orang. Sedangkan, jumlah penduduk yang ber-KTP per November 2017 mencapai 622.232 orang.

”Data detailnya masih belum, kalau berdasarkan DPT (daftar pemilih tetap) pilpres dan pileg 2014 sampai 611 ribu orang di Kota Malang,” kata Ketua KPU Kota Malang Zaenudin di kantornya kemarin (29/11).

Menurut dia, penambahan DPT dari pemilih pemula diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Bahkan, pihaknya memprediksi, ada sekitar 39 ribu pemilih pemula di pilwali mendatang. ”Ini perkiraan saja. Jadi, bisa naik atau turun,” ungkap pria kelahiran Banyuwangi itu.

Pihaknya juga bakal menyesuaikan untuk sosialisasi atau edukasi politik dengan pemilih pemula tersebut. Karena era mereka berbeda dengan era pilpres dan pileg 2014.

”Dunia mereka sudah digital, kami harus menyesuaikan,” ujarnya. Dengan demikian, sosialisasi untuk pemilih milenial ini harus melalui platform digital.

Sumber: Radar Malang