Gempa Solok Selatan Rusak 398 Rumah dan Belasan Fasum

JawaPos.com – Dampak kerusakan bangunan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) akibat guncangan gempa tektonik berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) terus bertambah. Total kerusakan rumah warga mencapai 398 unit. 

Hingga sore ini, data sementara yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Solok Selatan, masing-masing, 103 unit di Nagari Sungai Kunyit Barat, 187 unit di Nagari Sungai Kunyit.

Lalu, 35 unit rumah di Nagari Talunan Maju, 21 di Nagari Talao, 21 unit di Nagari Bidar Alam, 11 unit di Nagari Lubuak Malako, dan 30 unit di Nagari Ranah Pantai Cermin. Dari total kerusakan itu diketahui, sebanyak 182 unit rusak ringan, 121 rusak sedang dan 95 unit rusak berat.

Selain bangunan rumah warga, sejumlah fasilitas umum (fasum) juga mengalami kerusakan. Beberapa fasum rusak di Nagari Sungai Kunyit,
Kecamatan Sangir Balai Janggo antara lain; 1 unit Pustu, Puskesmas Mercu, SDN 02 Sungai Kunyit, SD PT KSI, SMAN 11 Solok Selatan dan SMKN 2 Solok Selatan. Gempa juga merusak masjid Baitul Muhajirin dan musala Tauhid.



Di Nagari Talunan Maju, dilaporkan kerusakan satu unit musala Albaraqah dan satu posyandu. Sedangkan si Nagari Sangir Jujuan, gempa tektonik itu juga merusak 1 unit masjid, MIN 3 Solok Selatan dan bangunan SMPN 28 Solok Selatan.

“Di lihat dari dampaknya, ini bukan bencana kecil. Dampaknya sangat luas dan kerugian yang dialami korban sangat besar,” kata Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman kepada wartawan, Kamis (28/2).

Abdul Rahman mengatakan, hampir sebagian besar rumah-rumah warga di tiga Kecamatan terdampak gempa mengalami kerusakan. “90 persen rumah warga di Sungai Kunyit rusak. Sebagian sudah tidak bisa ditempati. Makanya, pemerintah menyediakan tenda untuk tempat berteduh sementara,” terang Abdul Rahman.

Menurut Wakil Bupati, pihaknya akan mengerahkan semua tenda yang dimiliki Dinsos, BPBD dan instansi untuk pengungsian warga sementara. “Semua pihak terkait juga harus tetap di sini (lokasi) untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Hingga kini, pemerintah Kabupaten Solok bersama BPBD gabungan dan berbagai relawan masih terus melakukan pendataan terkait kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa.

Gempabumi tektonik yang mengguncang Solok Selatan ini terjadi pukul 06.27 WIB, Kamis (28/2) disebutkan berkekuatan 5,6 SR. Namun, hasil pemuktakhiran analisis BMKG menunjukkan, jika gempabumi ini memiliki kekuatan 5,3 SR.

Episenter gempabumi ini berada di koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 km arah timur laut Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan pada kedalaman 10 km. 

Editor           : Yusuf Asyari

Reporter      : Riki Chandra