Gempa Guncang Lombok, Wisata Air Terjun Longsor

JawaPos.com ­– Gempa bumi berkekuatan 5,8 SR terjadi di Timur Laut Lombok Timur. Gempa terjadi pukul 15.07 Wita dengan kedalaman 10 kilometer. Akibatnya, puluhan rumah warga di Sambelia, Lombok Timur, rusak.

Dua menit kemudian terjadi gempa susulan berkekuatan 5,2 SR di barat laut Lombok Timur degan kedalaman 11 kilo meter. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Kepala Program Aksi Cepat Tanggap Nusa Tenggara Barat (ACT NTB) Romi Saifudin menyampaikan, dari data yang dapat, ada 23 rumah yang mengalami rusak berat dan 13 unit rumah roboh.

Di saat bersamaan, gempa juga memicu terjadinya longsor di daerah wisata Air Terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile Senaru, Lombok Utara. Sekitar 40 orang wisatawan terjebak longsoran di sekitar kejadian. Wisatawan berasal dari Malaysia dan domestik.



Pukul 17.30 Wita Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan ACT NTB memberangkatkan 9 personel rescue ke lokasi longsor. Tim bertugas membantu proses evakuasi korban longsor yang di tempat wisata Air Terjun Tiu Kelep.

“Tim malam ini akan langsung berkoordinasi dengan tim evakuasi yang sudah ada di lokasi longsor, mereka akan fokus mengevakuasi korban longsor yang masih selamat,” terang, Minggu (17/3).

Sementara itu, pihak BPBD dan Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menurunkan 4 ambulans ke lokasi bencana beserta sejumah personel dan paramedis. Korban yang baru bisa dievakuasi sebanyak 5 orang, sementara 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, 1 orang dirawat di Puskesmas Bayan.

Data terbaru yang diisampaikan BPBD, dua korban jiwa di daerah longsoran sekitar air terjun Tiu Kelep telah ditemukan.

Editor           : Yusuf Asyari