Gempa Dikaitkan dengan Putusan MK, Aktivis LGBT Merasa Heran

Para aktivis LGBT pun bereaksi dingin dengan isu tersebut. Mereka heran gempa bumi bisa dikaitkan dengan putusan MK apalagi menyangkut masalah ranah privasi seseorang.

“Itu sih lagu lama, tapi tidak pakai pikiran, (kok dikaitkan dengan gempa),” kata Aktivis LGBT Pendiri GAYa NUSANTARA, Dede Oetomo kepada JawaPos.com, Minggu (17/12).

Dede menyesalkan ramainya cuitan di media sosial terkait hal itu. Dia menilai orang-orang yang melempar isu tersebut adalah kelompok yang malas berpikir rasional.

Bahkan Dede menunjukkan kasus lainnya yang terjadi di Australia. Negara itu bahkan melegalkan pernikahan sesama jenis.

“Kalau mau kirim bencana, kenapa tidak ke Australia yang baru memungkinkan perkawinan gay ‘kan?,” ujarnya.

Apalagi Perdana Menteri (PM) Julia Gillard yang tidak menikah juga pernah tinggal dengan kekasihnya. “Di sana PM-nya (Julia Gillard) saja pernah tinggal bersama pacarnya,” kata Dede.

Saat ini memang banyak pihak yang tak puas dengan putusan MK. Langkah MK yang menolak perluasan pasal perzinahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) disambut baik oleh para aktivis Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT). Pasalnya pengajuan uji material ini dianggap para aktivis sebagai upaya sekelompok masyarakat yang akan membuat kehidupan pribadi jadi urusan publik. Sehingga dapat mengkriminalisasi LGBT dan seks di luar nikah.

“Ya itu hak demokratis mereka sih (jika tak puas). Saat ini ya silence is golden. Dinikmati dulu “kemenangan” yang langka ini,” tutup Dede.


(ika/JPC)