Gelar Pelatihan Verifikator SINTA di ITN, Kemenristekdikti : ITN Luar Biasa

Kasubdit Evaluasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Ristekdikti, Juldin Bahriansyah, ST.,M.Si, saat diwawancarai para wartawan

KOTA MALANG – Kasubdit Evaluasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Ristekdikti, Juldin Bahriansyah, ST.,M.Si, mengatakan, prestasi (Science and Technology Index) SINTA, sebagai portal pengindeks jurnal penelitian asli Indonesia berada di posisi kedua se-ASEAN periode 2013-2018 setelah Malaysia. Hal ini tercapai setelah 60 tahun bekerja keras.

“Ini sungguh luar biasa, tapi jangan ditanya sebelum 60 tahun itu ke mana,” ujarnya terkekeh saat ditemui usai membuka Pelatihan Verifikator Science and Technology Index (SINTA) di Hotel IOI bersama Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, Senin (25/2).

Menurut Juldin, pihaknya memilih menggandeng ITN Malang untuk berkolaborasi menyelenggarakan acara itu karena secara akademis ITN dipandang sangat luar biasa. “ITN ini masuk empat besar institut se-Indonesia setelah ITB dan ITS,” ujarnya.

Menurutnya, SINTA menjadi sangat penting dipelajari oleh 75 verifikator yang turut serta menjadi peserta. “Nantinya, mereka yang akan menjamin data penulis itu benar. Misalkan, kalau penelitian kan ada mengupload dokumen pendukung,” tandasnya.

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Feni Yusnia