Gelar Nyai Phutut Fest, Mahasiswa UMM Buktikan Main Jelangkung Nggak Pake Setan

KOTA MALANG – Permainan Tradisional seperti Nyai Puthut atau biasa disebut Jelangkung saat ini jarang dimainkan oleh anak kecil atau anak kecil. Selain karena tumbuhnya teknologi, juga permainan tersebut sering dikaitkan dengan kemistisan.

Padahal, aktivitas tersebut merupakan permainan tradisional yang perlu diuri-uri. Untuk itu, tim Praktikum Jurusan Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) menggelar “Nyai Puthut Fest” di Kampung Padepokan Janti Kota Malang, Minggu (28/8).

“Iya kami ini di sini menggelar Nyai Puthut Fest untuk menepis hal mistis yang ada pada permainan tradisional seperti Jelangkung ini,” ujar ketua Panitia, Amita Vera.

Perkataan Amita benar. Kesan mistis yang ada pada Nyai Phutut itu hanyalah mitos. Hal itu dibuktikan sendiri oleh beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhamadiyah Malang.

Nampak boneka dipegang bersama oleh beberapa mahasiswa. Mereka dipandu langsung oleh sang maestro budayawan sekaligus pemilik Padepokan Janti, Yongki Irawan.



Kesemua peserta terlihat menutup mata, khusyuk dan mendengar iringan gamelan. Beberapa saat setelah permainan dimulai. Boneka nampak bergerak.

Meskipun boneka sempat bergerak, Yongki mengatakan, itu karena energi dari semua pemain yang difokuskan pada boneka.

“Itu bukan hantunya hadir dan bergerak. Itu semua karena energi internal pemain yang difokuskan pada boneka jadi bergerak,” ujar pemandu permainan Nyai Putut, Yongki Irawan.

Untuk itu, ia mengatakan kalau kesan mistis yang ada boneka Nyai Puthut ini tak seharusnya diteruskan secara turun menurun dan menakuti generasi penerus.

“Ini semua harus pakai logika. kita tidak boleh terus-terusan takut main Jelangkung karena mistis. Ya dengan bukti ini, saya harap anak-anak bisa melestarikan budaya dan memaknai semua dengan logika,” tuturnya.

Dalam acara ini, mahasiswa UMM dan warga sekitar padepokan juga memainkan permainan tradisional lainnya seperti egrang, dan bambu gila.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia