Geladi Bersih, Untuk Dewan yang (Semoga) Bersih

MALANG KOTA – Hari ini (10/9), sebanyak 40 wajah baru bakal dilantik menjadi anggota DPRD Kota Malang. Mereka akan menggantikan 41 anggota dewan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan untuk satu anggota yang lain, yakni Ya’qud Ananda Gudban sudah diganti sebelumnya karena mundur saat mencalonkan diri sebagai wali Kota Malang.

Sebagai persiapan, tadi malam (9/9) 40 new comer tersebut mengikuti geladi bersih. Geladi bersih tadi malam terjadi kemoloran dari jadwal yang sudah ditetapkan. Semula geladi bersih bakal dimulai sekitar pukul 18.30 WIB, tapi ternyata dilakukan sekitar 19.40 WIB.  Jadi, kegiatan tersebut baru selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Geladi bersih cukup memakan waktu karena ada beberapa adegan yang diulangi, seperti pemberian ucapan selamat dan pengucapan sumpah harus diulangi beberapa kali.

Sebab, para anggota dewan pergantian antar waktu (PAW) masih belum rapi dalam menjalankan instruksi. Bahkan, pagi ini 40 anggota baru tersebut juga diminta datang pukul 08.00 WIB untuk geladi bersih lagi. Sedangkan acara inti akan dimulai pukul 10.00 WIB. ”Tolong Bapak-Ibu, besok (hari ini) datangnya tepat waktu. Pukul 08.00 sudah sampai sini dan geladi lagi biar lebih baik,” pinta master of ceremony (MC) di akhir geladi bersih kemarin.

Setelah geladi bersih dan pelantikan hari ini, ada banyak tantangan yang dipikul anggota dewan ini. Selain soal ”kebersihan” mereka dari korupsi untuk mengembalikan marwah DPRD, ada sejumlah tugas yang menanti. Di antaranya, menuntaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2018 dan APBD murni 2019. Selain harus cermat, dalam pembahasan ini, anggota dewan harus berhati-hati karena pada momen pembahasan itulah, 41 anggota dewan pada 2015 lalu menerima suap sehingga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Selanjutnya, karena mayoritas anggota tersebut relatif ”asing” dengan dua agenda mendesak tersebut, DPRD bakal menggandeng kalangan akademisi dalam membedah APBD tersebut. ”Untuk mempermudah, kami akan gandeng kalangan akademisi,” kata Plt Pimpinan DPRD Abdurrochman di sela-sela acara geladi bersih rapat paripurna istimewa di kantor DPRD Kota Malang tadi malam.

Menurut dia, pendampingan tersebut untuk mempercepat adaptasi para anggota baru tersebut. Jadi, proses pengesahan APBD tersebut bisa tuntas sesuai jadwal. ”Karena agenda ini butuh segera. Terikat waktu,” imbuh politikus PKB ini.

Dia menambahkan, semua partai juga ada pendidikan politik. Jadi, pihaknya optimistis 40 anggota baru tersebut bisa cepat beradaptasi dengan fungsi dan tugasnya. ”Partai kan juga ada pendidikannya, jadi pasti lebih cepat beradaptasi,” imbuh pria yang juga akrab disapa Abah Rochman ini.

Lebih lanjut, pihaknya juga bakal menguatkan pengawasan dari internal partai politik (parpol). Hal ini dilakukan agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi ke depan. ”Filternya dari partai, jadi harus ditingkatkan lagi (pengawasan anggota yang jadi anggota parlemen, Red),” terangnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat sekaligus anggota dewan dari PAW Arif Dharmawan menyampaikan, pendampingan dari kalangan akademisi tersebut penting. Sebab, mayoritas dari anggota dewan PAW tersebut minim pengalaman di dunia legislatif. ”Itu sangat penting untuk teman-teman anggota baru. Sebab, bisa bantu memahami tugasnya, terutama proses APBD,” ungkap politikus Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut, pihaknya juga menjamin bahwa terutama dari anggota yang ter-PAW dari partainya tidak bakal menggugat. Karena kondisinya ”kritis” jika tak segera dilakukan PAW. ”Pasti malulah (jika melakukan gugatan, Red). Kondisinya juga nggak memungkinkan (anggota dewan tinggal 5 orang),” pungkasnya.

 

Pewarta: imam Nasrodin
copy Editor: Dwi lindawati
Penyunting: Mahmudan
Fotografer: Darmono