Gedung SD Terbakar, Kegiatan Belajar Diliburkan

MALANG KOTA – Sekitar 260 siswa SD Bahrul Ulum terpaksa libur sekolah kemarin (16/7). Gara-garanya, gedung sekolah di Jalan Kolonel Sugiono VII tersebut hangus terbakar.

Para guru yang tetap masuk memilih bekerja bakti agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.

Belum diketahui secara pasti kapan peristiwa kebakaran awalnya terjadi. Namun, sekitar pukul 02.00, warga yang rumahnya berada di belakang sekolah sudah melihat api sudah berkobar dan asap membumbung tinggi.

Hal itu dikatakan Kepala SD Bahrul Ulum Nurhasanah yang juga menduga, api berasal dari kantin sekolah yang berbatasan langsung dengan kelas. ”Dari keterangan warga sekitar, mereka melihat banyak asap masuk ke rumahnya. Dugaannya api berasal dari kantin di lorong sekolah akibat korsleting,” jelasnya kemarin.

Nurhasanah  menyebut ada 3 kelas yang terdampak. Yakni, kelas I a, I b, dan kelas V. Dalam kelas tersebut, ada LCD dan perangkat belajar mengajar lainnya.

”Kursi dan meja untungnya masih aman, bisa digunakan. Kelas lain yang terdampak, pintu dan kaca pecah,” terangnya.

Dari pantauan koran ini, selain dinding-dinding kelas yang gosong, sejumlah buku juga tinggal abu.

Bahkan, banyak buku yang basah karena tersiram air saat dilakukan pemadaman. Padahal, kata Nurhasanah, buku-buku tersebut akan segera didistribusikan untuk siswa. ”Kalau yang basah kami jemur dulu,” imbuhnya.

Kemarin pagi, sejumlah siswa memang datang ke sekolah. Mereka yang rumahnya jauh dari sekolah dan tidak mendengar kabar kebakaran sekolah, sudah siap belajar dengan mengenakan seragam lengkap. ”Kami tadi (kemarin) kumpulkan di musala, kami umumkan sekolah libur dulu,” ucapnya bersedih.

Dia berharap, besok (18/6), kegiatan belajar mengajar bisa dimulai kembali. Saat ini guru-guru sedang kerja bakti perbaikan pasca kebakaran.

Padahal dia menyebut, sejumlah ruangan baru saja kelar direnovasi dan dilakukan pengecatan. ”Kalau tidak memungkinkan nanti sekolah kami bagi dua sif. Pagi dan siang. Lihat kondisi dulu,” tandasnya.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani