Gatotokaca dan Pandawa Lima Jadi Petugas TPS Di Pakisaji

PAKISAJI – Indonesia memang penuh dengan budaya. Salah satunya adalah seni wayang. Hal itu yang kemudian coba ditonjolkan TPS 04 Desa Karangduren Gang III, Kecamatan Pakisaji, yang memakai kostum wayangan khas Jawa untuk menarik para Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah terdaftar agar mau datang ke TPS setempat.

Alih-alih memakai kemeja formal, para petugas TPS menjelma menjadi Gatotkaca, Arjuna, Bima dan tokoh Pandawa lain, para Kurawa juga terlihat membantu mengarahkan pemilih yang kebingungan saat memasukkan surat suara ke kotak.

Secara spesifik, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 04 Pakisaji menyebut para millenial jadi sasaran mereka. Supaya paling tidak millenial yang baru saja mendapat hak untuk mencoblos agar tertarik untuk mencoblos dan mengetahui warisan budaya yang ada di Indonesia.

“Ini tradisi budaya turun temurun kita. Memang setiap kali ada Pemilu, di sini selalu menampilkan kostum unik, dan kali ini kita mencoba mengangkat Wayangan,” sebut
Ketua KPPS TPS 04, Rangga Romadhan.


Rangga juga mengaku tak mau kalah dengan TPS lain yang unik di Malang Raya. “Ini jujur juga untuk menarik minat pemilih,” tambahnya. Seluruh petugas KPPS pun diharuskan memakai kostum wayangan khas wayang orang.

“Tujuannya selain menarik minat masyarakat agar datang ke TPS, juga agar masyarakat mau menyalurkan hak pilihnya dan juga melestarikan budaya supaya tidak luntur,” tutur Rangga.

Wayang sendiri menurutnya merupakan budaya tradisional yang harus terus terjaga kelestariannya. Dengan kostum wayangan yang dipakai, masyarakat pun makin tertarik memilih. Hal itu terbukti dari jumlah pemilih yang datang ke TPS 04 yang hadir sudah lebih dari 60 persen dari total DPT sebanyak 255 orang.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido