Gasak HP saat Korban Lengah, Dua Mantan Anak Punk Didor Polisi

JawaPos.com- Dayat Topik, 22, warga Jalan Gundi Lapangan; dan Widjanarko, 20, warga Balongsari, Surabaya harus meringkuk di sel tahanan. Penyebabnya, mereka melakoni tindak perampasan.

Anggota Polsek Tegalsari meringkus mereka usai menggasak handphone Misrun, 30 di sebuah minimarket yang terletak di Jalan Dinoyo, Minggu lalu (20/1). Polisi meringkus keduanya di Jalan Majapahit atau tak jauh dari lokasi kejadian.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dan dua mantan anak punk itu. Polisi terpaksa menghadiahi keduanya dengan timah panas di kaki karena mencoba kabur.

“Cukup melelahkan juga pengejaran yang dilakukan oleh anggota kami. Saat kami akan menangkap, kedua tersangka melawan dan mencoba kabur. Terpaksa kami lumpuhkan,” terang Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyoprasojo, Kamis (24/1).

David menuturkan, Dayat dan Narko sejak awal memang berniat merampas handphone. Keduanya sempat keliling ke beberapa tempat sebelum akhirnya ke Jalan Dinoyo.

Sampai di lokasi kejadian, Dayat dan Narko melihat seorang calon korban yang sedang makan di sebuah minmarket. Tanpa babibu, mereka langsung menggasak handphone yang tergeletak di meja, persis di depan korban.

Korban sempat mengejar Dayat dan Narko sambil berteriak maling. Beruntung, teriakan Misrun diketahui polisi yang kebetulan sedang patroli.

Polisi lalu mengambil alih pengejaran terhadap Dayat dan Narko. “Mereka melihat (Misrun) sebagai orang yang cocok dijadikan korban. Dayat yang saat itu merampas handphone korban,” tutur mantan Kapolsek Tambaksari itu.

Sementara itu, Dayat mengakui semua perbuatannya kepada korban. Dia mengaku sengaja memilih korban yang sedang lengah karena sibuk sendiri dan tidak memperhatikan situasi sekitar.

“Ya, langsung saya ambil saja,” beber Dayat.

Ditanya apakah sempat menakut-nakuti korban dengan tato di tubuh, Dayat menyangkal. Dia juga menyangkal telah melakukan hal serupa di tempat lain.

Dia mengaku bertato karena sempat bergabung pada komunitas anak punk jalanan. “Nggak pak. Saya nggak pernah nyolong. Ini saja, baru sekali,” akunya.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : Aryo Mahendro