Gara-gara Romantisme Ratu Padmavati dan Penguasa Muslim, India Rusuh!

Gara-gara Romantisme Ratu Padmavati dan Penguasa Muslim, India Rusuh!

Di Mumbai, polisi menahan sekitar 100 orang dari kelompok Shri Rajput Karni Sena. Kelompok tersebut sangat gencar menolak tayangnya film tersebut untuk mencegah terjadinya kekacauan dan kerusuhan.

Akhirnya mereka ditahan oleh polisi berdasarkan kode prosedur pidana untuk menghindari kerusakan properti publik. Ini menurut kata polisi.

India Rusuh
(Indian Express)

“Kami membawa sekitar 100 orang ke dalam tahanan sejauh ini. Tim kami berada di lapangan untuk mengambil tindakan cepat,” kata Juru Bicara Polisi Mumbai Deepak Devraj.

Seperti dilansir Indian Express, tidak hanya di Mumbai, vandalisme telah terjadi di banyak tempat sebagai aksi protes dari pemutaran film yang disutradarai oleh Sanjay Leela Bhansali, dibintangi oleh Deepika Padukone, Ranveer Singh, dan Sahid Kapoor tersebut. Kerusuhan dan vandalisme telah terjadi di Haryana, Rajasthan, Gujarat, Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, dan Maharashtra.



Bahkan di Gurgaon, sekelompok massa menyerang bus sekolah berisi puluhan anak-anak dengan tongkat dan batu.

Sebuah video tentang insiden tersebut menjadi viral, menunjukkan betapa ketakutannya anak-anak yang meringkuk di dalam bus karena diserang. Banyak tokoh India mengecam aksi massa penentang film Padmaavat tersebut.

Akhirnya hari ini pemerintah Gurgaon meliburkan sekolah dengan alasan keamanan. Film ini awalnya dijadwalkan untuk rilis pada 1 Desember. Namun ditunda oleh Dewan Sensor Film India. Keputusan dewan sensor dikalahkan oleh Mahkamah Agung dengan alasan kebebasan berekspresi.

Film Padmaavat terinspirasi dari sebuah puisi epik berjudul ‘Padmavat’. Puisi karya Malik Muhammad Jayasi pada 1540 ini bercerita tentang ratu klan Rajput, Padmavat, dan seorang penguasa Muslim.

Sutradara Sanjay Leela Bhansali dituduh memutarbalikkan fakta sejarah dengan menciptakan hubungan romantis antara Ratu Padmavati dan Sultan Alauddin Khilji. Hal itulah yang akhirnya membuat kelompok Shri Rajput Karni Sena dan masyarakat menyerang sang sutradara serta para pemainnya.


(ina/JPC)