Gara-Gara Gelar Pendidikan Tak Berizin, Mantan Rektor Undar Ditahan Sinergi Jawa Pos

JOMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang kemarin menerima pelimpahan proses tahap dua tersangka Lukman Hakim Mustain, warga  Jalan Presiden Abdurrahman Wahid, Jombang.  

Mantan rektor Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang terjerat kasus dugaan penyelenggaran pendidikan tanpa izin.

”Pelimpahan kasus dari kejati, tersangka (Lukman hakim Mustain, Red) kita lakukan penahanan di Lapas Kelas II B Jombang,” beber  Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Jombang Normadi Elfajr, kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Perkara yang kini ditanganinya tersebut bermula penyelidikan Ditkrimsus Polda Jatim terkait laporan adanya penyelenggaran wisuda mahasiswa Undar Agustus 2010 lalu.



Kegiatan ini sontak memantik respons keras civitas akademika Undar, pasalnya kegiatan tersebut disebut mencaplok nama institusi Undar padahal Lukman Hakim Mustain, saat itu bukan lagi rektor Undar.

Persoalan semakin memanas, setelah diketahui para wisudawan disinyalir kuat tidak pernah mengikuti proses perkuliahan di Universitas Darul Ulum Jombang.

Sayang sejumlah teguran yang disampaikan terkait penyelenggaraan wisuda yang menggunakan nama  Undar tidak pernah digubris. Termasuk layangan somasi 2011, agar Lukman Hakim Mustain menghentikan kegiatan perkuliahan dan wisuda dengan menggunakan nama Undar tetap tak direspons. ”Kasusnya akhirnya dilaporkan ke Polda Jatim,” bebernya.

Setelah melakukan serangkaian proses penyidikan, polisi akhirnya menjerat pelaku melanggar pasal 71 atau 67 (1)  UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sebab, yayasan Universitas  Darul Ulum Trisula belum mengantongi izin penyelenggaran pendidikan dari pemerintah. ”Penyelenggaran pendidikan tanpa izin, ancamannya pidana maksimal 10 tahun penjara, denda paling banyak Rp 1 miliar,” tandasnya.

(jo/naz/bin/JPR)