Gara-gara Dispenser Disita, Warga Binaan Bakar Rutan Sigli Aceh

JawaPos.com – Rumah tahanan (rutan) Kelas II B, Kampung Benteng, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh terbakar. Kebakaran itu diduga dilakukan oleh warga binaan karena terjadinya diskriminasi petugas soal pelarangan para tahanan memiliki dispenser di kamar hunian.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Aceh, Agus Toyib menuturkan, terdapat warga binaan yang tidak terima saat petugas dan kepala pengamanan menyita dispenser yang ada di kamar hunian. Padahal, kepala rutan telah mengizinkan masing-masing warga binaan memiliki alat pemanas air itu selama bulan puasa.

“Kebijakan Karutan membolehkan warga binaan mempunyai dispenser di kamar-kamar hunian. Agar bisa minum air hangat, kalau sahur. Jadi pertimbangannya sisi kemanusiaan,” kata Agus dalam keterangannya, Senin (3/6).

Perlakuan tersebut kemudian memicu para penghuni rutan tidak terima. Sehingga memicu terjadinya kebakaran. “Warga binaan protes, kok, ini dibolehkan sama karutan, kok ini tidak dibolehkan,” ucapnya.



Protes yang dilakukan warga binaan itu kemudian memancing reaksi penghuni rutan lainnya. Kemudian, sekitar pukul 12.00 WIB siang, beberapa warga binaan melakukan pembakaran ruang kantor kepala pengamanan.

“Kepala pengamanan yang tadinya mungkin memerintahkan agar tidak ada dispenser itu, jadi ruangan bangunan kantornya dibakar,” terang Agus.

Warga binaan diduga memanfaatkan minyak yang ada di dapur rutan tersebut untuk menyulut api. Atas kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie menurunkan 4 unit pemadam kebakaran ke lokasi.

Sementara itu, api yang membakar ruang kantor kepala pengamanan kemudian merembet ke ruangan lain, karena ruangan tersebut tidak berjauhan. Melainkan berdampingan dengan ruangan kantor kepala pengamanan.

“Cuma mobil unit pemadam kebakaran ini, kan terlambat datangnya. Hampir 1 jam, sehingga yang tadinya hanya satu ruangan, merembet ke ruangan lain,” papar Agus.

Kobaran api baru berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 15.00 WIB. Beruntung, rutan yang diisi oleh 466 warga binaan tersebut tidak memicu niat para tahanan untuk melarikan diri.

“Utuh, karena tidak membakar blok hunian, tapi, bangunan kantor yang lain, iya, karena bantuan mobil pemadam terlambat,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan sementara, pihaknya menduga pelaku pembakaran dilakukan oleh dua hingga lima orang. Hingga saat ini masih dalam penanganan petugas. “Situasi sudah kondusif. Aparat keamanan telah mendukung bantuan keamanan,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan