Gara-Gara Difteri, Seluruh Siswa MIN 1 Malang Diliburkan

KOTA MALANG – Wabah carrier difteri menyerang siswa dan guru MIN 1 Malang. Sebanyak 197 murid dan 15 guru ‘membawa’ bakteri difteri (carrier difteri).

Meski secara fisik anak-anak dengan carrier difteri terlihat sehat, namun pihak sekolah tak mau ambil resiko. Agar penyebaran bakteri tidak meluas, mulai besok (23/10) hingga Minggu (27/10) MIN 1 Malang meniadakan aktivitas belajar di sekolah.

Meski begitu, pihak sekolah berharap para siswa tetap belajar secara mandiri di rumah.

“Ya benar anak-anak sementara belajar di rumah. Tapi semuanya sehat kok, mereka itu nggak sakit. Cuma ada carrier aja. Untuk belajar di rumah kami sudah koordinasi dengan Kemenag,” ujar Kepala MIN 1 Malang, Drs. Suyanto, MPd, Selasa (22/10).

Selama belajar mandiri, MIN 1 Malang juga akan melakukan pembersihan dan pembenahan sistem ventilasi udara. Bagi siswa yang ingin menjalani swab kedua pun dipersilakan dengan biaya ditanggung sekolah.

“Adapun yang telah meminum obat sesuai dosis diwajibkan melakukan swab kultur. Untuk memastikan tidak ada siswa, guru, maupun karyawan yang terjangkit. Tapi semua Insya Allah sehat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Soepranoto mengatakan bahwa Dinkes sudah melakukan swab ulang. Serta telah memberikan obat propilaksis agar kuman tak menyebar.

“Sudah kami lakukan swab, dan sudah nggak ada masalah. Sudah nggak ada lagi itu kasusnya,” tandas Soepranoto.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Editor : Indra M