Ganti Pemilik, Pertahankan Resep Lama

Dari sejarahnya, Depot Es Talun sudah berdiri di Jalan Arif Rahman Hakim Nomor 2, Kota Malang, sejak 1950. Usaha ini dirintis oleh keturunan Tionghoa yang biasa dipanggil Om Loek oleh warga sekitar.

Karena menjadi yang pertama menjual es campur dan es buah, depot ini sangat dikenal oleh masyarakat. ”Dulu tidak ada yang menjual es campur dan es buah di sekitar sini, tempat ini yang pertama. Setelah itu baru ada yang lain bermunculan,” ujar Afni Nafida, pengelola Depot Es Talun.

Nur Syulala, pegawai yang sudah bekerja sejak generasi kedua keluarga Loek menambahkan,  pengelolaan depot sempat digantikan oleh sepupu Om Loek. ”Setelah tak ada yang meneruskan, akhirnya dijual kepada Ibu Wiwik Kholifah yang juga ibu kandung Afni,” jelasnya.

Menurut Nur, Wiwik memang sudah lama mengenal keluarga Loek. Sebab, Wiwik dulunya sering berjualan sate di sekitar depot hingga pada akhirnya mendapatkan penawaran untuk membeli depot itu.

Nur menjelaskan, salah satu resep dan ciri utama yang membedakan rasa es campur Depot Es Talun dengan lainnya adalah penambahan tape ketan item pada setiap menunya. Selain itu, sirup yang dipakai juga bikinan sendiri. ”Kita buat sendiri sirupnya dari gula murni dan esens. Terus juga susunya, kita pakai dari susu sapi asli sehingga rasanya lebih enak,” ujar dia.

Tentang penyebutan Talun, dia menjelaskan, hal tersebut masih berkaitan dengan lokasi yang ditempatinya. Depot itu sejak dulu berdiri di Kampung Talun, Kauman, Klojen, Kota Malang. ”Nama Talun itu julukannya dari lokasi yang kita tempati, sama seperti Pasar Talun yang di dekat sini,” tukasnya.

Pewarta : Errica
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani