Ganjar Disayang Rakyat Sinergi Jawa Pos

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengatakan, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tentu memiliki pertimbangan matang untuk cagub dan cawagub Jateng karena termasuk kawasan yang dianggap kandang banteng.

“Soal rekomendasi itu urusan juragan (Megawati Soekarnoputri). Kalau sampai 20 Desember ini rekomendasi belum turun, pasti akan turun di awal Januari 2019,” ujar dia ditemui saat menjadi pembicara seminar Menjaga dan Merawat Kebhinekaan di Pendopo Graha Satya Praja Sukoharjo, Kamis (07/12).

Dia menuturkan, sesuai tahapan pilgub, pendaftaran calon di KPU Jateng dilakukan pada 8-10 Januari 2018. Setelah itu, satu bulan kemudian baru ditetapkan menjadi calon resmi. Untuk itu, rekomendasi dipastikan turun sebelum pendaftaran di KPU. ”Rekomendasi bisa tanggal 7, 6, atau 5 Januari 2018,” terangnya.

Disinggung soal Gubernur Ganjar Pranowo yang disebut-sebut di kasus e-KTP, Bambang dengan tegas mengatakan bahwa Ganjar hanya sebatas saksi.



”Kalau Ganjar hanya saksi, tidak ada pengaruhnya bos. Orang jadi saksi di KPK banyak. Bahkan, sekarang ada yang bikin grup WA untuk kawan-kawan yang pernah merasakan jadi saksi KPK atau pernah diperiksa KPK. Di Senayan (DPR RI) banyak anggotanya,” ujarnya.

Dia mengatakan, semua kandidat memiliki peluang. Yang pasti, masih ada waktu sekitar enam bulan untuk bertempur. Dalam kesempatan itu, DPD PDIP Jateng telah menggelar survei. Hasilnya, Ganjar masih disayang oleh rakyat.

Dia menambahkan, jika survei hanya di Sukoharjo, bupati pasti nomor satu dan Ganjar pasti kalah. Tapi, di luar Sukoharjo diakui  masih menang Ganjar. ”Wong bupati belum pernah menginjak Pantura. Kalau menang jadi aneh, apa dia punya bala sewu apa. Bandung Bondowoso apa,” ujarnya.

(rs/yan/bay/JPR)