Ganjar Bangun Rumah Warga dari Kantong Pribadi Sinergi Jawa Pos

GROBOGAN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berkeliling Kabupaten Grobogan selama dua hari dari Selasa (29/11) hingga Rabu (30/11). Ia melakukan berbagai kegiatan dari gubernur mengajar, penanaman pohon, menghadiri syukuran warga hingga menginap di rumah warga.

Namun dari seluruh agenda, ada satu yang tak ada di jadwal. Ganjar tiba-tiba meminta berhenti di depan rumah warga desa ketika dalam perjalanan usai penanaman pohon di Ekowisata Ujung Kendeng. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu kemudian turun dari mobil dan mendatangi rumah sederhana itu.

Hal itu membuat warga bahkan ajudan yang mengawal perjalanan dinas Ganjar ke Grobogan terkejut. Sebab tidak ada agenda mengunjungi rumah warga dalam rundown.

Pintu rumah masih tertutup saat Ganjar tiba. Ia kemudian sesekali menengok ke dalam dan memanggil, namun tidak ada jawaban.

Warga sekitar kemudian berduyun-duyun mendatangi Ganjar. Mereka menyalami Gubernur dan mengatakan jika si pemilik rumah sedang ke ladang.

“Orangnya di ladang pak, rumahnya kosong,” kata salah satu warga.

Tak berselang lama, seorang ibu paruh baya dengan menggendong balita dan menggandeng anak kecil berlari ke rumah tersebut. Dengan wajah bingung, ibu bernama Listiyati itu membukakan pintu untuk Ganjar.

“Monggo mlebet pak, ngapunten griyane reyot. Ngapunten garwo kulo tasih teng wono (silahkan masuk pak, maaf rumah saya jelek. Maaf suami saya sedang di ladang),” sapa Listiyati.

Ganjar kemudian memasuki rumah itu. Ia melihat kondisi rumah yang ditempati Sutrisman dan Listiyani itu. Kondisi rumah yang jauh dari kata layak membuat Ganjar mengelus dada.

“Purun kulo bantu mboten, omahe didandani kersane luwih apik (Mau saya bantu tidak, nanti rumahnya dibenarkan agar lebih bagus),” kata Ganjar.

“Bantuane ora akeh, mengko gotong royong yo, warga lain ngrewangi (bantuan tidak banyak, nanti warga lain membantu gotong royong ya),” ucap Ganjar kepada masyarakat.

Mendengar hal itu, mata Listiyati langsung berkaca-kaca. Ia menyalami Ganjar dan mengucapkan terimakasih.

“Purun pak, maturnuwun pak (mau pak, terimakasih pak)” kata Listiyati.

Akan Dibantu Pribadi

Ganjar mengaku memang tidak ada agenda mengunjungi rumah Listiyati. Ia tergerak karena saat melintas, dirinya melihat rumah tersebut tidak layak huni.

“Dan ternyata saat saya masuk benar, kondisinya memprihatinkan. Bocor sana sini saat hujan dan tidak sehat,” kata dia.

Kondisi tersebut lanjut Ganjar masih banyak di Jawa Tengah. Untuk itu, pihaknya meminta agar masing-masing kepala daerah melakukan pendataan secara valid tentang warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

“Ini harus cepet, tidak bisa membiarkan masyarakat hidup seperti itu,” tegasnya.

Terkait biaya untuk membantu rumah Listiyani, Ganjar mengaku akan menggunakan biaya pribadi. Selain itu, nantinya rencananya biaya akan dibantu dari Badan Amil Zakat dan Sodaqoh (Baznas) Provinsi Jateng.

Dari rumah Listiyanti, Ganjar menuju Desa Tanjungharjo. Warga setempat mengadakan syukuran atas dibangunnya jalan desa. Anggaran berasal dari bantuan provinsi ditambah APBD Grobogan.

“Sebelum dibangun banyak warga terpeleset karena kondisi berlumpur saat hujan. Maturnuwun Pak Gubernur bersedia membantu bahkan kersa hadir dalam syukuran sederhana ini, ” kata Sugiyono, Kepala Desa Tanjungharjo.

Syukuran tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ganjar. Ia juga didaulat memotong pita sebagai tanda peresmian jalan yang sudah dibeton tersebut.

Ganjar berada di Grobogan hingga Kamis (30/11). Ia memilih menginap di rumah salah seorang warga di Desa Tahunan Kecamatan Gabus.