Gandeng Jerman Atasi Sampah, Pemkot Malang Bikin Sanitary Landfill

KOTA MALANG – Pemkot Malang akan membuat Sanitary Landfill, Terobosan ini dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah di Kota Malang yang rata-rata mencapai 600 ton per hari. Proyek yang menggandeng pemerintah Jerman ini ditargetkan akan rampung dan bisa dioperasikan 2020 mendatang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang.

Sanitary Landfill sendiri merupakan sistem pengelolaan sampah dengan membuangnya di lokasi cekung. Sehingga dibiarkan menumpuk, untuk kemudian dipadatkan dan kembali ditimbun dengan tanah.

Langkah ini dinilai lebih efektif dari sistem selama ini dimana sampah hanya ditimmbun untuk kemudian dipindahkan ke TPA.

“Semakin lama jumlah sampah akan terus bertambah. Kalau tidak dengan teknologi ini, dua tahun akan penuh,” Ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sehingga dengan adanya Sanitary Landfill ini diharapkan bisa memperpanjang masa penampungan sampah antara 6 hingga 7 tahun ke depan. “Dengan ini, sampah kan bisa dikurangi sampai 35 ton sehari,” tambahnya



Nantinya, proyek tersebut akan diolah di atas lahan seluas 15 hektare. Dengan nilai proyek senilai Rp 200 miliar.

“Pembangunan masih 10-20 persen, dan akan kami laporkan terus,” tandas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Agoes Edi Poetranto.

Pewarta : Feni Yusnia
Foto : Darmono
Penyunting : Fia