Gali Tanah, Temukan Banyak Benda Kuno

Gali Tanah, Temukan Banyak Benda Kuno

SAKSI SEJARAH: Amin menunjukkan sejumlah benda kuno yang ditemukan warga saat menggali tanah di lingkungan mereka. Selain peralatan rumah tangga dari perunggu dan gerabah dari Cina, diyakini masih banyak benda purbakala lainnya.

Gali Tanah, Temukan Banyak Benda Kuno//

Beri Imbal Jasa agar Penggali Pasir Mau Serahkan Temuannya//

NGANJUK – Sejumlah benda purbakala kembali ditemukan di Kabupaten Nganjuk. Kali ini, dinas pariwisata, pemuda, olahraga dan kebudayaan (disparporabud) berhasil mengumpulkan puluhan benda bersejarah yang ditemukan masyarakat saat menggali tanah.

Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi mengatakan, pihaknya berhasil mengumpulkan mangkuk dari Cina, piring, patung, hingga sejumlah peralatan rumah tangga yang terbuat dari perunggu. “Ini diserahkan oleh warga pada awal Februari lalu,” kata Amin ditemui di Museum Anjuk Ladang.

Setidaknya ada dua piring, lima mangkuk buatan Cina kuno dan peralatan memasak dari tembaga. Di antaranya, mangkuk, bejana, timba, tempat lampu minyak dan beberapa peralatan lainnya. “Ini (peralatan masak dari tembaga, Red) mulai dipakai masyarakat di zaman kerajaan. Mataram kuno sudah memakai tembaga,” lanjut Amin tentang temuan benda di wilayah Kecamatan Ngronggot itu.

Lebih jauh Amin mengatakan, puluhan benda bersejarah itu ditemukan masyarakat saat menggali pasir. Selain ditemukan awal 2018 ini, ada pula yang ditemukan pada 2017 lalu.

Awalnya, benda yang jadi saksi kejayaan Indonesia di zaman kerajaan itu banyak yang disimpan secara diam-diam oleh masyarakat. “Kami lakukan pendekatan kepada kepala desa dan perangkat. Diberi pemahaman tentang UU Cagar Budaya. Akhirnya mereka mau menyerahkan ke disparporabud,” terang Amin.

Sebagai imbalannya, Amin menyebut disbudpar memberikan imbal jasa kepada masyarakat yang menemukan benda bersejarah. Nilainya tergantung benda yang mereka temukan.

Selain benda-benda tersebut, sebenarnya ada temuan satu buah guci kuno bagus lengkap dengan benda gerabah kuno di dalamnya. Tetapi, saat ini benda bersejarah itu sudah dibeli kolektor di luar Nganjuk. Saat disparporabud hendak menebusnya, sang kolektor meminta agar uang pembelian dikembalikan.

Padahal, harga yang diminta sangat mahal. Di sisi lain, disparporabud hanya memiliki anggaran imbal jasa Rp 30 juta setahun. Jika dipaksakan menebus temuan itu, Amin khawatir pihaknya tidak bisa memberikan imbal jasa jika selama 10 bulan ke depan ada temuan benda purbakala lainnya.

Sementara itu, pasca-mengamankan puluhan benda bersejarah tersebut, Amin berencana mendatangkan arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. Mereka akan diminta meneliti asal benda bersejarah tersebut. “Sekarang kan kami belum tahu, asal gerabah Cina ini dari dinasti mana. Nanti akan diteliti dulu,” tandasnya.  

Untuk diketahui, puluhan benda bersejarah ditemukan di beberapa daerah. Selain di Dusun Mindi, Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, benda bersejarah juga ditemukan di Desa Tanjungtani, Kecamatan Prambon.

Sebelumnya, disparporabud juga sudah banyak menemukan benda bersejarah di dua desa tersebut. Amin meyakini, selain keberadaan candi, di dua daerah itu ditemukan kampung kuno dalam skala besar. “Sampai sekarang batu bata kuno banyak ditemukan di sana. Tapi, untuk melakukan ekskavasi kami masih terkendala anggaran,” urainya.

Sebenarnya, lanjut Amin, pihaknya sudah menyurati BPCB Trowulan terkait banyaknya temuan situs di Nganjuk. Tetapi, hingga awal 2018 ini masih belum ada respons dari lembaga yang mengurusi tentang pelestarian cagar budaya itu.

Di sisi lain, selama ini situs banyak ditemukan di lahan pribadi warga. Situs ditemukan saat tanah digali dan diambil untuk tanah uruk. “Bisa jadi, sebenarnya ada temuan berharga lainnya yang tidak sempat diketahui saat penggalian,” lanjutnya menyesalkan.

(rk/rq/die/JPR)