Gagas Program Sahabat Guru, ACT Bantu Tenaga Pengajar Prasejahtera

JawaPos.com – Memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November, Aksi Cepat Tanggap (ACT) memperkenalkan program “Sahabat Guru Indonesia”. Lewat program ini, ACT membantu para guru, khususnya guru prasejahtera. Inisiatif ini ditempuh setelah melihat potret kehidupan para guru yang masih banyak jauh di bawah sejahtera.

Dedi Mulyadi,37, salah satu guru prasejahtera mengaku sudah 12 tahun menjadi guru honorer di kampungnya. Pekerjaan itu ia jalani dengan segala keterbatasan, termasuk rendahnya penghasilan yang diterima setiap bulannya.

Profesi itu tetap dijalani karena menjadi seorang guru sudah menjadi cita-cita Dedi sejak remaja. Dedi mengaku tekadnya sudah bulat membangun pendidikan di desanya yang berada di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Bapak saya dulu 20 tahun jadi guru di sini, jadi saya juga ingin meneruskan pekerjaan bapak, yaitu jadi guru di kampung sendiri. Meski hanya sebagai tenaga honorer, yang penting anak-anak di kampung ini bisa terus sekolah,” ungkap Dedi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (27/11).

Selama menjadi guru honorer di sekolah negeri, Dedi hanya mengantongi gaji Rp 12 ribu per hari atau Rp 300 ribu per bulan. Sedihnya, terkadang honor yang diterima tidak tepat waktu setiap bulannya.

Berulang kali Dedi menerima honornya per tiga bulan karena tidak turunnya biaya operasional sekolah setiap bulannya. Setiap harinya, Dedi mengajar di SDN Pasirlancar 2 mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

“Ibu, istri, dan anak memahami pekerjaan dan penghasilan yang saya terima setiap bulannya, bahkan sangat mendukung,” terangnya.

Direktur Program ACT, Wahyu Novyan mengatakan pemberian beaguru untuk guru prasejahtera ini merupakan implementasi program Sahabat Guru Indonesia. Melalui program ini, ACT mengajak masyarakat luas untuk ikut memberikan apresiasi terbaiknya bagi guru prasejahtera namun tetap memiliki prestasi yang membanggakan bagi sekolah dan muridnya.

“ACT sangat mengapresiasi kehadiran guru-guru berdedikasi tinggi di Indonesia, mereka telah mengabdikan diri bagi pendidikan dan kemajuan zaman, meski dengan pendapatan rendah,” ungkap Wahyu.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking