Gagal Verifikasi Faktual, Tidak Otomatis Parpol Gagal Ikut Pemilu

BANYUWANGI – Dua partai politik (parpol) baru, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Solidaritas Indoneia (PSI) sedang menjalani verifikasi faktual.  Meski tidak lolos dalam verifikasi faktual, namun dua partai itu tidak otomatis akan gagal menjadi peserta Pemilu 2019.

Jika dalam proses verifikasi faktula gagal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi memberi kesempatan untuk melakukan perbaikan. Proses verifikasi yang dilakukan tim KPU sudah berlangsung sejak 15 Desember 2017 dan akan berakhir pada  4 Januari 2018. “Hasil verifikasi faktual akan diserahkan kepada parpol pada tanggal 4 hingga 6 Januari,” ungkap Komisioner KPU Edi Syaiful Anwar kemarin (31/12).

Edi mengungkapkan, apabila hasil verifikasi dinyatakan kepengurusan maupun keanggotaan parpol kurang dari batas minimal yang ditetapkan, maka partai diberi kesempatan melakukan perbaikan 21 Januari hingga 3 Februari mendatang. “Setelah itu, KPU akan melakukan verifikasi hasil perbaikan pada 21 Januari sampai 3 Februari,” katanya.

Mantan akivis HMI itu membeberkan, dalam verifikasi faktual, KPU meneliti kesesuaian data kartu tanda anggota (KTA) dan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) pengurus parpol. Tidak hanya pengurus, hal yang sama juga dilakukan terhadap anggota partai.



Hanya saja, kata Edi, verifikasi tidak dilakukan kepada seluruh anggota parpol. Sebab sesuai ketentuan, verifikasi faktual keanggotaan dilakukan secara sampling terhadap 10 persen dari seluruh data keanggotaan yang telah diserahkan kepada KPU. “Misalnya Partai A menyerahkan data anggota sebanyak 2000 orang, yang diverifikasi faktual 200 orang. Caranya didatangi satu per satu apakah yang bersangkutan benar-benar anggota parpol tersebut ataukah hanya klaim saja,” ujarnya.

Edi menambahkan, verifikasi faktual itu hanya dilakukan terhadap parpol baru yang belum pernah mengikuti pemilu sebelumnya. Sedangkan untuk parpol yang sudah pernah mengikuti Pemilu sebelum cukup hanya dengan verifikasi administrasi saja.

Sejatinya, di Banyuwangi hanya ada Perindo yang bisa mengikuti tahap verifikasi faktual. Sedangkan parpol baru lainnya tidak bisa mengikuti tahap verifikasi faktual karena tidak lolos penelitian syarat administrasi pendaftaran peserta Pemilu 2019 yang digelar 4 hingga 16 Oktober 2017.

Jika mengacu pada hasil penelitian syarat administrasi, sebenarnya PSI tidak berhak mengikuti tahap verifikasi faktual. Sebab, dalam tahap penelitian syarat administrasi di tingkat lokal Banyuwangi, partai pimpinan Grace Natalie itu tidak lolos.

Hanya saja, untuk tingkat nasional PSI dinyatakan lolos mengikuti penelitian syarat administrasi. Karena di pusat lolos, dan ada rekomendasi dari Panswalu, maka KPU tetap melakukan verifikasi faktual.