Gagal Lelang, Proyek Islamic Center Molor Lagi

MALANG KOTA – Rencana pembangunan gedung Islamic Center tahun ini dipastikan gagal lagi. Proyek yang dirancang sejak tahun 2013 itu tak bisa dikerjakan karena mengalami gagal lelang. Praktis, proyek usulan MUI Kota Malang itu kembali terbengkalai.

Dari data koran ini, proyek pembangunan gedung megah di kawasan Kedungkandang itu memakan dana lebih dari Rp 400 miliar. Targetnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang merampungkan pembangunan di tahun 2023. Namun pembangunan gedung yang menempati lahan seluas 5,6 hektare tersebut kembali molor seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sesuai data LPSE Kota Malang, tanggal 28 Maret 2019 lalu, tender jasa konsultan pengawasan pembangunan Islamic Center senilai Rp 616 juta dinyatakan gagal lelang karena tidak ada penyedia jasa yang lulus kualifikasi. Berikutnya, tanggal 9 April 2019, tender pembangunan awal senilai Rp 41 miliar juga gagal lelang. Semua dana dari APBD 2019 senilai Rp 46 miliar.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, pihaknya akan segera memanggil ULP untuk mengecek lelang proyek tersebut. Tentu dia tidak ingin terus gagal membangun proyek yang digadang-gadang menjadi bagian penting untuk gedung yang juga dimanfaatkan sebagai wisata religi di Kota Malang itu. Apalagi, ada anggapan bahwa proyek yang digagas Wali Kota Malang sebelumnya, Moch Anton, tidak akan dilanjutkan oleh Sutiaji. ”Saya tidak ingin ini gagal, seakan-akan tidak ada keseriusan,” tegasnya kepada wartawan.

Alumnus UIN Malang itu menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan lelang tersebut. Bahkan Sutiaji akan melihat, apakah ada permainan yang dilakukan panitia lelang, sehingga proyek ini gagal lagi. ”Konotasinya ini kan dijual ke rekanan, tapi tidak jadi lagi. Jangan dibuat main-main,” kata politikus Demokrat itu.

Namun, untuk tahun ini, Sutiaji membenarkan jika Islamic Center bakal molor pembangunannya. Itu merupakan konsekuensi dari tender proyek tersebut yang gagal lelang. Jika pembangunan gedung tersebut diprediksi rampung tahun 2023, bisa jadi akan molor dan selesai di tahun setelahnya. ”Konsekuensinya tahun sekarang gak mungkin, karena ini gedung. Bukan jalan,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani