Gagal ke Semifinal, Shesar Janji Tingkatkan Kekuatan Tangan dan Kaki

JawaPos.com-Satu-satunya tunggal putra Indonesia yang masih bertahan di perempat final Thailand Masters 2020, Shesar Hiren Rhustavito tumbang dan gagal ke empat besar.

Dia kalah dari unggulan kedua asal Tiongko Shi Yuqi dalam dua game 19-21, 15-21.

Pertandingan berjalan dengan relatif cepat, hanya 38 menit saja.

Shesar tertinggal 14-18 di game pertama. Namun, dia sukses menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Sayang, pemain 25 tahun itu tidak bisa mempertahankan momentum kebangkitkan.

Yuqi sukses mendulang dua poin terakhir.

Pada game kedua, Shesar hanya mampu melawan dalam kondisi 4-4. Setelah itu, pemain nomor 20 dunia itu selalu tertinggal dan akhirnya kandas.

”Yang pertama dari segi main, kalau dilihat dari kekalahannya, dari depannya saya sudah dikontrol lawan. Terus dari bola belakangnya dia variasinya bagus, smesnya susah ditebak. Sementara saya bola depannya terlalu banyak mengumpan. Saya dapet bolanya nggak enak terus,” kata Shesar dalam siaran pers yang diterima Jawa Pos dari PP PBSI.

”Sebenarnya kami sama-sama mencari kelemahan masing-masing saat reli-reli di lapangan. Saya dapet poinnya dari bola-bola reli dan colong dari smesnya. Tapi di poin-poin akhir saya malah memberikan umpan ke lawan. Variasi bola lawan banyak keluar, sementara saya lebih banyak nerima bola saja,” ucap  Shesar.

Terhenti di delapan besar, Shesar akah mengevaluasi penampilannya. Dia berharap bisa tampil lebih baik pada turnamen berikutnya.

”Yang harus ditingkatkan adalah fisik, terutama kekuatan kaki dan tangan harus ditambah powernya. Terus masalah kelincahaan di poin-poin akhir kadang saya juga masih lengah,” ucapnya.

Dengan tumbangnya Shesar, Indonesia hanya mengirimkan satu sektor ke semifinal turnamen Super 300 itu yakni ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Sebelumnya, tunggal putri nomor satu Indonesia Gregoria Mariska Tunjung juga tumbang pada perempat final.