Gaet Milenial, Hadirkan Malang Fashion Week

KEPANJEN – Kabupaten Malang seolah tak ingin ketinggalan untuk menampilkan potensinya di bidang fashion. Jika sebelumnya ada event Jember Fashion Carnival dan Banyuwangi Fashion Festival, maka di Kabupaten Malang bakal menghadirkan acara bertajuk Malang Fashion Week.

Gelaran yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang itu adalah hasil kerja bareng bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) Malang dan Mbois Community.

Rencananya, event itu bakal digelar pada Oktober 2019 sebagai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Malang yang ke-1.259. Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengaku bila event Malang Fashion Week merupakan salah satu upaya pihaknya mengangkat potensi di bidang fashion.

”Malang Fashion Week ini kami gelar untuk mewadahi minat para generasi milenial. Selama ini kami tahu bahwa pangsa pariwisata di mana pun yang paling mendominasi ya generasi milenial. Peluang ini ingin kami tangkap,” kata Made.

Rangkaian promosi dan pengenalan Malang Fashion Week sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Sejumlah road show pun telah dilakukan disparbud.



”Terakhir kami sudah melakukan sesi pemotretan di Manado dan Bali, yang terdekat setelah ini akan kami gelar pemotretan di Malang juga,” kata pria asal Bali tersebut.

Yang paling anyar, para desainer dan model Malang Fashion Week juga ditampilkan dalam event Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi Indonesia (Akkopsi) di Café Sawah Pujon Kidul pada 8 Agustus lalu.

Sesuai dengan tema pertemuan, dalam kesempatan tersebut, tim Malang Fashion Week menampilkan peragaan busana Upcycle atau daur ulang ramah lingkungan.

Yang terdekat, Made menuturkan bila pemotretan untuk rangkaian Malang Fashion Week akan dilaksanakan di Candi Singosari dan gerbang tol Malang–Pandaan (Mapan) di Singosari.

Sejumlah desainer kenamaan digandeng disparbud. Ada nama Agus Sunandar alias Sam Suga. ”Bedanya dengan gelaran fashion di daerah lain, ada pada konsep kami yang mengawinkan potensi di bidang tata busana dengan destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Malang,” tutup Made. 

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya