G7 Sepakat Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Amazon

JawaPos.com – Negara-negara anggota G7 satu suara. Mereka sepakat untuk membantu pemadaman kebakaran di Hutan Amazon. Dana yang dikucurkan mencapai USD 22 juta atau setara dengan Rp 313,3 miliar. Anggota G7, yaitu Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan AS, juga setuju untuk mendukung rencana reboisasi jangka menengah yang dipaparkan di Majelis Umum PBB September mendatang.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Senin (26/8) menegaskan bahwa uang yang disepakati itu akan dipakai untuk membiayai pesawat-pesawat yang memadamkan api. Prancis juga menawarkan bantuan. Armada militernya di dekat Amazon akan dikirim dalam beberapa jam ke depan.

“Kita harus merespons panggilan hutan yang sedang terbakar hari ini di Amazon,” tegas Macron seperti dikutip Agence France-Presse.

Prancis memang patut waswas. Sebab, sebagian kecil Hutan Amazon ada di wilayahnya. Selain itu, hutan hujan terbesar di dunia tersebut dianggap sebagai paru-paru yang menyumbang oksigen terbesar dan menekan perubahan iklim.



Sejak awal, Macron memang ingin agar pertemuan G7 yang berlangsung di Biarritz itu membahas kebakaran di Amazon dan perubahan iklim. Pemimpin 41 tahun tersebut bahkan memberikan hadiah unik untuk seluruh pemimpin negara anggota G7. Yaitu, jam tangan yang terbuat dari daur ulang jaring nelayan.

BENUA YANG MEMBARA: Foto dari angkasa ini menunjukkan titik-titik api (ber war na
oranye) yang tersebar di Amerika Selatan. Kebakaran terjadi di Brasil, Bolivia, Peru,
Ekuador, Uruguay, Argentina Utara, dan kawasan barat laut Kolombia. (Joshua Stevens/NASA Earth Observatory/AFP)

Jam tangan edisi terbatas itu dibuat perusahaan Prancis, Awake. Agar lebih menjaga lingkungan dan menghindari penggunaan baterai, jam tangan tersebut menggunakan energi surya. Arloji itu akan menjadi simbol bahwa dibutuhkan kerja sama internasional untuk keberlangsungan dan konservasi laut.

Meski hadir dalam KTT G7, Presiden AS Donald Trump tak hadir saat pembahasan perubahan iklim. Juru Bicara Kepresidenan Stephanie Grisham mengungkapkan bahwa Trump tidak hadir karena dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Jerman dan India. Karena itu, staf senior pemerintah AS dikirim untuk mewakili. Namun, kenyataannya, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri India Narendra Modi hadir di pertemuan yang membahas perubahan iklim tersebut.

Sementara itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro akhirnya tunduk pada tekanan publik. Dia memerintah militer agar ikut membantu memadamkan kebakaran di Amazon. Minggu (25/8) sebanyak 44 ribu tentara dikerahkan ke tujuh negara bagian yang mengalami kebakaran.

Dua pesawat C-130 Hercules juga dikerahkan untuk menyiram titik api agar tak menjalar. Dalam cuitannya, Bolsonaro mengaku sudah menerima tawaran bantuan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kebakaran Hutan Amazon membuat hubungan Macron dan Bolsonaro panas. Pendukung Bolsonaro yang tak terima langsung membuat meme yang membandingkan penampilan Brigitte Macron dan Michelle Bolsonaro. Penampilan Michelle memang masih memukau karena usianya terpaut hampir 29 tahun dengan Brigitte. Bolsonaro ikut berkomentar di meme yang diunggah di Facebook tersebut. Sang suami, Macron, tentu tak terima istrinya dipermalukan.

“Dia (Bolsonaro, Red) mengatakan hal yang tidak terhormat tentang istri saya. Saya menghormati rakyat Brasil dan hanya bisa berharap mereka segera memiliki presiden yang fokus ke pekerjaan,” tegas Macron.

Hutan Amazon yang Membara
– G7 sepakat membantu pemadaman kebakaran Hutan Amazon dengan dana USD 22 juta.

– National Institute for Space Research (Inpe) mengungkapkan bahwa sepanjang 2019 ada 75 ribu titik api di Brasil. Mayoritas ada di kawasan Hutan Amazon.

– Kementerian Pertahanan Brasil mengirim 44 ribu pasukan Minggu (25/8) untuk membantu pemadaman.

– Amazon adalah hutan hujan terbesar di dunia.

– Hutan Amazon berada di beberapa negara. Tapi, yang paling luas di Brasil.

– Sekitar 3 juta spesies tumbuhan dan binatang tinggal di Hutan Amazon.

– Kurang lebih 1 juta penduduk pribumi ada di Hutan Amazon.

Sumber: AFP, BBC