Fun Battle, Ajang Barista Ngulik Kopi Enak

KOTA BATU – Hari pertama kompetisi fun battle manual brewing di ajang International Coffee Festival, Kota Batu, langsung memanas kemarin (12/12). Sebanyak 81 barista (peracik kopi) bersaing menyajikan kopi terenak pada dewan juri. Sebanyak 27 peracik kopi terbaik bakal dipilih juri untuk bertarung kembali memperebutkan juara 1, 2, dan 3.

Siva Raja, salah seorang juri, menyatakan, para peserta harus bisa menyajikan kopi dengan rasa yang menarik dan enak di fun battle ini. Dia menjelaskan, mereka hanya boleh meracik kopi secara manual dengan metode V-60. ”Semuanya sama, hanya V-60 saja,” terang Raja. Untuk peralatan, semua sudah disediakan panitia. Namun, peserta boleh membawa alat sendiri selama masih standar.

Menurut dia, di babak penyisihan fun battle manual brewing, tantangan yang harus dihadapi peserta cukup sulit. Semua peserta diberikan biji kopi yang sama, yang sudah di-roasting (goreng) Senin lalu (10/12). ”Yang kami gunakan adalah biji kopi dari lereng Gunung Arjuno yang digoreng agak rumit dan dibuat cacat,” ungkapnya.

Nah, dari kopi yang tidak sempurna inilah, peserta diminta untuk membuat kopi yang rasanya menarik dan enak. ”Peserta harus bisa ngulik agar kopi ini enak, dari ada karakter negatif dalam kopi menjadi karakter positif saat dirasakan,” ungkap owner Amstirdam Coffee & Roastery itu. Seperti rasa pahit gosong hilang, dan bisa memunculkan rasa buah atau manis. Raja menjelaskan, hal tersebut bisa dilakukan dengan mengatur tingkat kehalusan, suhu air, dan lamanya menyeduh.

Untuk hari ini (13/12), persaingan dipastikan akan lebih seru lagi. ”Sebab, kopi digoreng di hari yang sama. Saat diseduh hari ini bisa enak, belum tentu dengan cara yang sama akan tetap enak untuk besok (hari ini),” tandas Raja.

Sementara itu, Ketua Batu Café Community Fris Wilen menambahkan, setelah diambil 27 peserta, mereka bakal bertarung ulang. ”Sistemnya tetap sama, tiga orang menyajikan dan nanti langsung diambil satu orang,” kata dia. Dari puluhan peserta itu, nantinya siapa yang terbaik bakal ditetapkan juri.

Pewarta: Aris Dwi
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Aris Dwi