Frank Reggy Anggarda Mardynata, Pembuat Aplikasi Pemesanan Jasa Laundry Berbasis Android

Berbasis Online, Dua Bulan Aplikasi Diunduh 280 Konsumen

Frank Reggy Anggarda Mardynata menunjukkan aplikasi See App Laundry, hasil temuannya, kemarin (2/1).

Frank Reggy Anggarda Mardynata tergolong jeli membaca peluang bisnis. Tingginya kebutuhan pasar akan layanan laundry menginspirasi pria berusia 26 tahun itu menggabungkan bisnis dan teknologi. Frank pun membuat See App Laundry, aplikasi laundry berbasis online. Apakah remaja asal Blimbing itu bisa meraih sukses seperti Nadiem Makarim saat membangun Go-Jek?

Humble dan cekatan. Itulah kesan yang tampak saat Jawa Pos Radar Malang berbincang-bincang dengan Frank di kantornya, Jalan Raya Sulfat, Kamis lalu (1/2). Di kantor produksinya itulah, dia memadukan bisnis dan teknologi. Wujudnya adalah See App Laundry, aplikasi yang melayani laundry secara online.

Konsepnya tidak beda jauh dengan Go-Jek yang digagas Nadiem Makarim, pengusaha Indonesia lulusan Harvard Business School, Amerika Serikat. Mulai dari sistem pelayanan hingga pembayarannya bisa dilakukan secara online. Pelanggannya tidak perlu repot-repot mengantar pakaian kotor.

”Dengan aplikasi See App Laundry yang saya buat, pelanggan hanya perlu order melalui aplikasi, tim kami pun langsung mengambil cucian kotor,” ujar Frank.

Seperti aplikasi Go-Jek, Grab, dan Uber, See App Laundry juga bisa di-download melalui Android. Mulai dari spesifikasi Android jenis Jelly Bean hingga Marshmallow bisa digunakan untuk mengakses aplikasi tersebut. Selain itu, ukuran layar smartphone hingga terkecil sekitar 3,5 inci sampai ukuran tablet sekitar 7 inci juga bisa untuk menggunakan aplikasi yang bisa diunduh di Google Play Store tersebut.

Sebelum memesan, konsumen harus mengunduh aplikasi See App Laundry terlebih dulu pada smartphone masing-masing. Caranya gampang. Konsumen mengaktifkan smartphone, kemudian menekan tombol Google Play Store. Setelah menginstal See App Laundry, konsumen disuruh registrasi dengan mengisi nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

”Jika sudah registrasi, konsumen sudah bisa memesan jasa laundry,” sambung pria kelahiran 30 April 1991 ini.

Ada beberapa tahap yang harus dipenuhi konsumen dalam memesan jasa laundry. Pertama, mengisi tanggal pemesanan. Kemudian mengisi jam pemesanan yang terbagi empat shif. Yakni, shif pagi antara pukul 08.00–12.00, shif siang (pukul 12.00–15.00), sift sore (pukul 16.00–18.00), dan terakhir shif malam (pukul 19.00–23.00).

Jika sudah menentukan jam penjemputan, konsumen akan diharapkan mengisi beberapa data pada aplikasi itu. Misalnya lokasi penjemputan. Pada kolom ini, konsumen bisa mengisi alamat dan menekan pilihan peta (seperti GPS dan share location).

Untuk memastikan agar tidak salah alamat, disediakan kolom catatan untuk memudahkan kurir yang akan mengambil cucian. Ada tiga layanan yang disediakan pada aplikasi ini, yakni laundry kiloan, premium (satuan), dan layanan dry clean.

”Layanan jasa mulai dari cuci kering setrika hingga super ekspres yang bisa selesai 3 jam juga bisa kami kerjakan,” kata dia.

*Selengkapnya baca Jawa Pos Radar Malang edisi Sabtu 3 Februari 2018

Pewarta: Ashaq Lupito
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Dokumentasi Frank Reggy