Foto Bugil Terbongkar, Istri Siri Laporkan Anggota DPRD Kabupaten Malang Ke Polisi

KEPANJEN – Selasa, (10/9) kemarin Sentra Pelayanan Polisi Terpadu (SPKT) Polres Malang kedatangan SW, istri siri salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang. SW melaporkan KC, Suami sirinya yang juga anggota DPRD Kabupaten Malang yang baru dilantik periode 2019-2024 ini.

Pria politikus dari partai PKB itu dilaporkan karena menyebarkan foto bugil SW. SW sendiri datang ke Polres Malang bersama dengan kuasa hukumnya, Dahri Abd Salam.

“Kita serahkan surat pengaduan dan bukti-bukti ke Polres Malang. Bukti berisi penyebaran foto bugil beserta latar belakang korban dan pelaku,” jelas Dahri.

Hubungan korban dan pelaku adalah suami istri siri. Mereka menjalin hubungan sejak Maret 2018. SW seringkali menemani pelaku saat menjalani tugas ke luar kota. Foto yang disebar diduga diambil pelaku saat mereka bermalam di sebuah hotel bintang lima di Kota Surabaya.

Terlapor SW melaporkan KC karena diduga telah menyebarkan foto bugilnya sekaligus perzinahan. “Kami melaporkan KC yang saat ini anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2019-2024 atas dugaan menyebarkan foto bugil klien kami dan perzinahan,” paparnya.



Menurut Dahri, dalam surat pengaduan yang disampaikan, dijelaskan bahwa SW dan KC sering diajak oleh KC disetiap kali ada kunjungan kerja dewan. Karena sudah sering kali berhubungan badan, akhirnya pada bulan Agustus 2018, KC menikahi SW secara siri di daerah Prigen, Pasuruan.

Sementara itu, istri sah KC, EW mendatangi SW dan meminta untuk menjauhi KC. Bahkan, EW juga mengirim foto telanjang SW di sebuah kamar hotel yang diambil dari ponsel milik KC.

“Ketika difoto bugil klien saya tidak tahu. Begitu tahu, SW meminta KC agar segera menghapusnya, tetapi oleh KC malah tidak dihapus,” jelas Dahri.

Merasa hubungannya dengan KC terbongkar, SW pun mencoba menghindari KC. Setiap kali diajak bertemu dan hubungan badan, SW menolak karena sudah berjanji pada EW untuk tidak menemui KC lagi. Karena kesal SW tidak bisa ditemui, KC pun geram dan meminta semua uang yang diberikan kepada SW agar segera dikembalikan.

“Klien kami juga selama ini merasa tidak pernah meminjam, akhirnya klien kami memutuskan melaporkan ini sebagai penipuan serta penggelapan ke Polres Malang,” sebut Dahri.

Bahkan melalui kuasa hukumnya, SW juga mengirim surat ke Kantor DPC PKB Kabupaten Malang.

“Tuntutan kami ke DPC PKB agar meminta yang bersangkutan diberhentikan dari jabatan sebagai anggota dewan,” tegasnya.

Pewarta: Elfran Vido
ilustrasi: dok JPNN
Penyunting: Fia