Pemkab Malang Fokus Sanitasi, Dapat Hibah Rp 900 Juta

KEPANJEN — Fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperhatikan kebutuhan sanitasi mulai mendapat apresiasi. Beberapa waktu lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI memastikan bakal memberi bantuan hibah untuk Pemkab Malang. Besarnya Rp 900 juta.

Itu dialokasikan untuk pengelolaan air limbah terpadu dan peningkatan kualitas sanitasi di Kabupaten Malang Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Ma lang Wahyu Hidayat memastikan adanya bantuan tersebut.

Menurut dia, pengerjaan fisik dari program hibah tersebut bakal dilaksanakan Juni ini. ”Deadlinenya harus sudah selesai Oktober,” kata dia.

Program peningkatan pengelolaan air limbah terpadu tersebut bakal digandengkan dengan program bedah rumah. ”Jadi, bukan hanya rumahnya yang kami bangun, fasilitas sanitasinya pun juga kami tingkatkan,” sambung Wahyu.

Dari total dana hibah tersebut, dia memperkirakan 300 sanitasi yang bisa disediakan. Lokasi pelak sanaannya bakal dikonsentrasikan di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Yaitu, di Kecamatan Dau, Kepanjen, Jabung, Tumpang, Gondanglegi, Pujon, Ampelgading, Tirtoyudo, Gedangan, Donomulyo, Wonosari, dan Kromengan. Di masing-masing kecamatan tersebut, jumlah sambungan air yang dibangun bisa berbeda, bergantung kebutuhannya. Wahyu menyatakan, selain Kabupaten Malang, ada tiga daerah lain yang mendapat bantuan hibah serupa. Yakni, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kota Payakumbuh.



Dari total empat daerah yang men dapat program hibah tersebut, Ka bupaten Malang mendapatkan por si dana yang paling besar. Wah yu menuturkan jika keputusan dari Kemenkeu RI itu tak lepas dari peran Bupati Malang Rendra Kres na yang dinilai aktif dalam ber bagai program peningkatan sani tasi.

”Salah satu (pertimbangan)- nya posisi Pak Bupati yang saat ini menjabat sebagai Ketua I Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi),” tutup dosen Planologi ITN Malang tersebut.

Pewarta: Farik Fajarwati
Penyunting: Bayu Mulya
Copy editor: Dwi Lindawati
Foto: Hafis Iqbal