Fokus Saja di Lima Destinasi Wisata

SINGOSARI – Ada lima destinasi wisata di Kabupaten Malang yang paling banyak dikunjungi. Yakni, Bromo Tengger Semeru, Coban Rondo, Gunung Kawi, Pantai Goa Cina, dan Pantai Balekambang. Pemkab Malang tak perlu repot-repot mengelola destinasi lain. Cukup fokus dengan mengelola maksimal lima destinasi wisata ini, jumlah wisatawan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, wisata lain juga tetap dapat perhatian.

Itulah hasil rekomendasi dari konsultan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang saat koordinasi penyelarasan data kunjungan wisata di Rumah Makan Taman Indie Araya kemarin.

Anggota Tim Konsultan Disparbud Kabupaten Malang Rizal Alfisyahr merumuskan bahwa ada lima destinasi wisata yang menjadi objek yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Kelima destinasi tersebut paling banyak menyedot perhatian karena unggul dari segi estetika atau keindahan tempat wisatanya.

Karena itu, guna menggenjot kunjungan wisata, konsultan menyarankan agar Pemkab Malang fokus untuk mempromosikan kelima wisata andalan tersebut.


”Tapi, bukan berarti destinasi wisata yang lain diabaikan, tetap harus dibangun sehingga menjadi daya tarik lain yang menarik bagi wisatawan untuk dikunjungi,” beber dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya tersebut.

Salah satu pekerjaan rumah yang harus dituntaskan disparbud, masih kata Rizal, adalah menentukan indikator promosi yang tepat sasaran. ”Kabupaten Malang itu lengkap pariwisatanya, budaya, alam, dan adventure, semuanya ada. Jadi, tugas pemerintah setelahnya yaitu menyusun indikator sesuai dengan pemetaan potensi yang bisa dikembangkan pada setiap destinasi,” sambung Rizal.

Pun dari segi regulasi, Rizal menuturkan bahwa perlu ada aturan yang secara khusus mengatur tentang kebijakan pariwisata di Kabupaten Malang. Dia yakin, target kunjungan wisatawan bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai atau bahkan melebihi target jika destinasi yang unggul sudah ditunjang dengan regulasi yang mendukung.

Pewarta               : Farik Fajarwati
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Disparbud Kabupaten Malang