Fokus pembangunan dan SDM, 1,2 T Disiapkan Pemkab Malang..

Bupati Malang Rendra Kresna (kiri) halalbihalal dengan para pegawai Pemkab Malang.

DAU Bidang pendidikan masih mendominasi ploting belanja daerah tahun depan. Dari total plot belanja dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2018 sebesar Rp 3,8 triliun, bidang pendidikan mendapatkan jatah Rp 1,2 triliun. Lebih tepatnya, Rp 1.272.487.000.000. Jumlah itu adalah yang terbanyak dibandingkan bidang-bidang lain.

Angka untuk bidang pendidikan itu meningkat dibandingkan tahun ini yang diplot Rp 1.208.106.465.912. Artinya, ada peningkatan anggaran senilai Rp 64 miliar untuk tahun depan. Peruntukan anggaran itu masih didominasi belanja tidak langsung. Contohnya, pemenuhan gaji bagi tenaga pendidik. Untuk peruntukan yang lain, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Dr M. Hidayat menjelaskannya pada koran ini.

”Ada plot berupa pembangunan fisik. Kami berikan bantuan karena sudah banyak bangunan (sekolah) yang memerlukan renovasi. Lokasinya menyebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang,” terang alumnus Universitas Merdeka Malang tersebut.

Tentang sekolah mana saja yang akan direnovasi, saat ini disdik masih melakukan pendataan. ”Yang jelas, ada giliran yang kami pertimbangkan. Berdasarkan skala prioritasnya, dan juga menyesuaikan dengan dapodik (data pokok pendidikan),” tambahnya.

Selain pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga bakal diperhatikan. Baik untuk siswa maupun guru. Untuk merealisasikan itu, tiap bidang di Disdik Kabupaten Malang bakal mendapatkan plot anggaran Rp 1 miliar. ”Diplot untuk bidang PAUD, SD, SMP, dan tentis (tenaga teknis),” tambahnya. Disdik juga menjanjikan bantuan beasiswa sekolah untuk guru-guru yang berprestasi.

Dayat –sapaan akrabnya– menyebut bakal menyekolahkan 10 guru berprestasi ke jenjang magister, dan 5 orang guru berprestasi lainnya ke jenjang doktoral. Pelaksanaan seluruh program disdik itu bakal dievaluasi langsung oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Hal itu cukup beralasan, karena mayoritas dana yang didapatkan memang berasal dari dua instansi tersebut. Dana alokasi khusus (DAK) misalnya, yang tahun depan bakal mendapat plot Rp 28 miliar. Lebih tepatnya Rp 28.016.553.220.

Sementara, dana bantuan operasional sekolah (BOS) mendapat plot sebesar Rp 185 miliar atau rinciannya Rp 185.678.600.000. ”Kami juga menyiapkan bantuan beasiswa untuk yang kurang mampu sebesar Rp 2,7 miliar. Itu di luar BOS,” sambung Dayat.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang H M. Sanusi yang ditemui usai menghadiri pelaksanaan program corporate social responsibility (CSR) renovasi sekolah di SDN 1 Sumbersekar, Kecamatan Dau, menyatakan dukungan terhadap program yang telah dirancang disdik tersebut. Dia setuju bila bantuan berupa beasiswa tidak harus dialokasikan untuk pelajar saja, tapi juga bisa dialokasikan untuk guru, khususnya yang berprestasi. ”Saya sudah minta kepada Kadisdik untuk menambah anggaran tersebut,” terang Sanusi.

Hal itu menurutnya beralasan. Sebab, kompetensi guru berbanding lurus dengan kualitas anak didiknya. Perhatian pun harus diberikan secara merata. (iik/c1/by)