Flashmob Baju Adat Tutup PKKMB ITN Malang

KOTA MALANG – Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Instititu Teknologi Nasional (ITN) Malang hari ke-2 sore tadi (10/9) ditutup dengan meriah.

Dengan mengenakan baju adat, terlihat sekitar 1100 lebih mahasiwa baru (Maba) dan beberapa dosen ITN Malang kompak melakukan flashmob bersama di lapangan 1 ITN Makang.

Flashmob tersebut juga semakin meriah dengan iringan lagu-lagu daerah seperti poco-poco dari Sulawesi, Yamko Yambe Ramko Papua, sampai Gemu Fa Mire NTT.

“Putar ke kiri yenona putarlah ke kiri ke kiri,” kompak peserta PKKMB menggerekan ketika lagu Gemu Fa Mire diputar di lapangan ITN Malang Kampus 1.



Ketua Panitia PKKMB, Sumanto mengatakan, flashmob ini menunjukan bahwa ITN Malang adalah kampus yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.

“Lah sekarang ini kan ada isu Papua yanh sempat panas kemarin. Kita ingin tunjukan bahwa ITN Malang adalah kampus yang menjunjung toleransi dan flashmob ini sebagai simbolnya,” ujar Sumanto ke radarmalang.id.

Ia juga berujar, flashmob juga bukti bahwa PKKMB itu bukanlah ospek yang diwarnai kekerasan yang terjadi diantara maba dan juga panitia.

“Ini juga bukti kalau PKKMB ini ospek yang diisi oleh kreatifitas bukan kekerasan. Soalnya Idenya ini dari panitia mahasiswa (PKKMB) loh. Kami panitia dosen cuma memotivasi,” ujarnya.

PKKMB hari kedua ini, diisi materi dari BNN Kota Malang. Dalam acara tersebut, ITN Malang dan BNN Kota Malang menandatangani kesepakatan bersama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di wilayah kampus.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Bob Bimantara Leander
Penyunting: Fia