Final Party Junio JRBL 2017-2018 Sinergi Jawa Pos

Pertarungan di Final Party pasti akan berlangsung sengit. Apalagi kedua tim memiliki karakter permainan hampir mirip. Yakni transisi cepat dengan materi pemain merata.

Coach Stece Lie Gwan Chin mengakui, ada beberapa anak-anak asuhnya yang masih dihantui demam lapangan. Hal ini perlu di-back up oleh pemain lain agar tidak mempengaruhi ritme permainan. Karena tidak ada waktu lagi untuk memperbaiki, hanya mental yang siap yang pasti keluar jadi juara.
“Ya fifty-fifty. Ngga usah mikir menang kalah, yang penting anak-anak main bagus,” ujarnya.

Diakui, mental anak asuhnya masih harus dipupuk. Apalagi, di game pertama beberapa hari lalu anak asuhnya telat panas. “Grafik permainan mereka naik, jangan sampai permainan mereka balik lagi seperti waktu di penyisihan. Mereka harus konsisten, main plong aja,” ujarnya.

Di kubu BMD, kembalinya tim asuhan Coach Danny Kusuma ke Final Party bisa membuka peluang menjadi champion setelah lima tahun berselang. Namun, menjadi champion diharapkan tidak menjadi beban bagi anak asuhnya, namun memotivasi agar tampil all out.

Coach Danny memprediksi peluang juara fifty-fifty. Meski baik secara individu maupun tim permainan mereka sudah apik, mental tetap jadi faktor utama di final nanti.

“Kami mengingatkan anak-anak semua game ibaratnya final. Sehingga saat final tiba diharap mereka sudah siap,” ujarnya.
Fighting spirit Syekhan Manzis Effendi dkk luar biasa. Mereka mampu saling memotivasi antara satu pemain dengan yang lain agar tidak down.

“Mereka memang harus habis-habisan kalau mau jadi juara,” ujar Coach Danny. 

(rj/ong/ong/JPR)