Film DBA 2 Sukses Semangati Pemain Arema FC

Produser DBA Vicky Arief (depan, dua dari kiri) dan General Manager Arema FC Ruddy Widodo (depan, kanan) di sela-sela nonton bareng di Movimax Mall Dinoyo City, Kota Malang, kemarin (26/6).

MALANG KOTA – Animo penonton film Darah Biru Arema (DBA) 2 begitu luar biasa. Hingga kemarin (26/6), total ada sekitar 6.000 penonton yang sudah menyaksikan film made in Malang tersebut. Lebih spesial lagi, kemarin sejumlah manajemen, pemain, dan tim pelatih Arema FC menonton bersama film ini di Studio 3 Movimax Mall Dinoyo City, Kota Malang.

Para pemain Arema FC begitu terinspirasi dengan film ini. Menurut para pemain, film DBA sequel kedua yang berjudul Satu Jiwa untuk Indonesia ini mampu menumbuhkan semangat juang pemain. Striker Arema FC Rivaldi Bawuo misalnya. Dia mengaku termotivasi, apalagi setelah melihat adegan seorang bapak-bapak di kursi roda, menyatakan, kalau sepak bola itu menghidupi suporter, begitu juga sebaliknya.

”Sebuah kata motivasi untuk bermain lebih baik lagi demi Aremania,” ucap Rivaldi.

Rivaldi juga menyebutkan, kalau dia sangat suka dengan karakter suami istri di tanah rantau. ”Suka ceritanya, dan mereka berdua juga lucu,” ucapnya sambil tertawa.

Sementara itu, pemain Arema FC asli Malang, yakni Dendi Santoso, menyatakan, film ini arek Malang banget, itu terlihat dari segi bahasa yang digunakan hingga kehidupan sehari-hari yang diceritakan dalam film.



”Aremania sangat kreatif, semoga ini menjadi inspirasi Aremania untuk terus berkarya,” kata Dendi.

Sementara itu, pihak manajemen DBA diwakili Akbar Umara menyampaikan, sudah ada 6.000 lebih penonton yang hadir. ”Itu belum ditotal semua, kami belum menjumlahkan seluruhnya hingga hari ini (kemarin, Red),” ujar dia.

Sementara itu, kemarin para pemain DBA 2 juga ikut hadir menyambut para penonton yang hadir. Di antaranya, ada pemeran Sekar, dia sengaja hadir sejak hari pertama film ini tayang. Menurut dia, dengan kehadiran itu menjadi motivasi dan semangat tersendiri karena dapat berinteraksi dengan para penonton maupun Aremania.

”Banyak yang minta foto, ngajak ngobrol, jadi kami sangat optimistis film ini memiliki aura positif di hati penonton,” ujar Justine Viddy, pemeran Sekar.

Hal itu juga disampaikan pemeran Ana. Dengan hadir, dia menjadi lebih dekat dengan para pemain sehingga lebih akrab. Selain itu, dia menyatakan, banyak juga di antara penonton yang datang dari luar kota seperti Bali, Lombok, dan Semarang.

”Mereka sangat antusias, bahkan jauh-jauh datang dari luar kota. Mereka berfoto, berbincang-bincang dengan kami sambil meminta tanda tangan, baik di kaus maupun topi,” tambah Maria Carolina, pemeran Ana.

Maria menjelaskan, bermain di DBA 2 memiliki arti spesial bagi dirinya. Sehari-hari, dia berprofesi sebagai dancer. Ini bertolak belakang dengan perannya sebagai Ana, yakni seorang ibu muda yang hamil di tanah rantau.

”Berbeda sekali dengan karakter saya yang belum menikah, harus belajar menjadi istri meski kenyataannya saya juga cerewet,” ujar mahasiswi semester 8 Jurusan Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) tersebut.

Film DBA 2 ini juga merupakan pengalaman kali pertama dirinya terjun di dunia layar lebar. Ada banyak pengalaman yang didapatkan, di antaranya, menyesuaikan dengan lawan pemain, memahami kerja tim dan dunia peran.

”Sebelumnya lebih akrab di dunia dance dan musik, kalau seni peran hanya pernah di tugas kampus karena saya jurusan komunikasi, upload-nya pun hanya di Instagram,” pungkasnya.

Hal serupa juga disampaikan pemeran Sekar. Di kehidupan nyata, dia lebih akrab dengan dunia musik dan penyiar radio. Dia juga bukan dari kalangan teater sehingga perlu waktu untuk mendalami karakter.

”Saya membawakan pemeran Aremanita yang sangat tegas, tidak banyak bicara, ambisius, dan tomboi. Saya harus lebih ekstra mendalami karakter meski dalam keseharian juga seperti itu karakternya,” ujar Justine Viddy, pemeran Sekar.

Pewarta: Elly Kartika
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Tim DBA 2