Festival Wirausaha Unisma Jual Alat Peraga hingga Buku Karya Mahasiswa

Dua orang mahasiswa Unisma saat berkunjung ke stan Festival Wirausaha Unisma kemarin (21/7).

MALANG KOTA – Ada yang menarik dalam Festival Wirausaha Unisma, kemarin (21/7). Ya, 10 fakultas dari kampus ini tidak boleh menjual produk dari luar. Jadi, produk yang dijual harus karya mahasiswa dan harus punya kaitan dengan fakultas para peserta festival.

Misalnya, saat wartawan koran ini berkunjung ke stan fakultas agama Islam. Total ada 50 alat peraga pendidikan hasil kreasi mahasiswa dari empat jurusan yang berbeda.

”Kami dipersilakan menjual dengan harga berapa pun, yang penting konsep produk sudah sesuai dengan fakultas kami,” ucap Mei Mukarromah, salah seorang mahasiswa yang menjaga stan.

Alat peraga pendidikan yang dijual Mei dan kawan-kawannya berupa permainan edukatif. Misalnya, papan ular tangga yang dikombinasikan dengan soal matematika atau peraga metamorfosis kupu-kupu yang dirancang sendiri oleh mahasiswa. Dari hasil penjualan tersebut, nantinya akan disumbangkan ke sekolah yang membutuhkan.

Sedangkan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan memilih menjual buku karangan mahasiswa semester dua hingga semester empat. Nurfani, penjaga stan, menjelaskan, dari dua angkatan mahasiswa ini ada 85 buku cerita anak-anak yang siap dijual dengan harga kisaran Rp 10 ribu–Rp15 ribu.



”Karena jurusan kami mengenai pendidikan bahasa dan matematika, makanya kami menerbitkan buku anak-anak,” tukasnya.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Dr H. Masykuri MSi mendukung penuh adanya acara ini. ”Unisma memang membangun entrepreneurship yang berbeda dari kampus lain,” tukasnya.

Perbedaan yang dimaksud Masykuri, mahasiswa Unisma sudah pintar menjual produk hasil karya ilmiah atau penelitian mereka selama mengikuti ajang program kreativitas mahasiswa (PKM).

Pewarta: Sandra Desi
Penyunting: Irham Thoriq
Foto: Sandra Desi