Festival Kampung Temas Kota Batu, Bangkitkan Tradisi di Era Milenial

KOTA BATU – Festival Kreasi Kampung Temas bertajuk “Living In Harmoni”, digelar selama tiga akhir pekan berturut turut. Besok Sabtu, (15/9) akan digelar kegiatan yang menghibur masyarakat.

Di antaranya, Jagong Temassae, Ngliwet Anglo, pentas teater Jawa Timur, dan apresiasi karya seni. Sedangkan, Minggu (16/9), ada bartani fotokopi (jreng), pentas duta seni jawa timur, banca’an fotografi, kembul bontotan, memedi sawah, rantang lurik dan berkah bumi.

Di minggu selanjutnya, ada kegiatan yang tak kalah menarik. Yakni, sendratani, tembang sabin, dan enjoy culture and agriculture pada 22 Spetember. Puncaknya, pada 23 September dengan diadakannya living in harmony juga temassae guyub rukun 2 sebagai penutup festival.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah kreativitas warga akan seni budaya yang ada di daerah tersebut. Selain sebagai selamatan desa. Menurutnya, ini juga menjadi upaya pemberdayaan kelompok seni dalam masyarakat.

“Dan ini sudah menjadi agenda tahunan di sini. Karena memang setiap desa memiliki cara tensendiri khususnya dalam menggelar selamatn desa,” ungkapnya.



Diketahui, sebelumnya sudah ada beberapa kegiatan pembukaan. Mulai dari adanya rembuk budaya Jawa Timur, pentas TPQ, dan Bartani Kopi Kotekan pada 8 September. Dan Bartani foto-kopi (unen-unen), Temas sae guyub rukun, lomba tahun baru islam ( Tabais ) pada 9 September lalu.

Bambang Hari, Lurah Temas berharap moment ini bisa menjadi ajang untuk saling menguatkan masyarakat. Baik dari sisi kebudayaan, kesenian, tradisi dan petani.

“Seperti visi misi Kota Batu, kami juga ingin membranding kelurahan ini menjadi kelurahan yang berbasis pertanian organik, bukan konvensional,” pungkasnya.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia