Fatur Rahman Meninggal Dunia dalam Kondisi Memilukan, Kami Ikut Berbelasungkawa

Fatur Rahman Meninggal Dunia dalam Kondisi Memilukan, Kami Ikut Berbelasungkawa - JPNN.COM

jpnn.com, KOTAWARINGIN BARAT – Fatur Rahman, karyawan PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI), meninggal dunia dalam kondisi sangat memilukan.

Pria 34 tahun itu tewas karena kecelakaan (laka) kerja di kolam limbah perkebunan kelapa sawit milik PT Astra Agro Lestari (AAL) atau Grup Astra yang beroperasi di Desa Bengkuang, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat (Kobar).

Penyebab pria asal Klaten, Jawa Tengah tercebur ke dalam kolam limbah yang memiliki kedalaman lumpur mencapai dua meter itu, memang belum diketahui pasti. Sebab, tak ada satu pun saksi saat peristiwa itu terjadi. Namun, dugaan sementara bahwa korban terpeleset ketika hendak mengambil air untuk sampel laboratoriaum (lab), Kamis malam (11/7).

Menanggapi adanya peristiwa ini, Komisi B DPRD Kalteng yang merupakan mitra kerja dari instansi yang menangani masalah perkebunan pun angkat bicara. Mereka menyoroti laka kerja yang dialami karyawan perusahaan besar swasta (PBS) terbesar di Kalteng itu.

BACA JUGA: Said: Saya Kira Itu Kode Keras dari Prabowo

“Kami melihat ini karena adanya kelalaian pihak perusahaan dalam mempekerjakan karyawan, tidak dilengkapi dengan peralatan K3 sehingga berujung hilangnya nyawa seseorang,” ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng HM Asera kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group) via telepon.

Menurut politikus senior PKB tersebut, sitem ketenagakerjaan harus diatur sesuai UU yang berlaku dan ada hak-hak yang tak boleh diabaikan oleh perusahaan tempat buruh bekerja.

“PBS jangan sampai memberikan tugas kepada para buruh, tapi tidak dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Akibatnya bisa terjadi hal buruk sebagaimana yang terjadi pada karyawan Grup Astra,” ujarnya.